XPOSETV//Mataram, NTB – Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 semakin memanas. Lalu Muhamad Iqbal** dipastikan akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB sebelum penutupan masa pendaftaran pada 15 Agustus 2026. Rabu (12/08/2026)
Kepastian tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska, yang juga dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan Iqbal. Ia menegaskan seluruh persyaratan administratif telah dipersiapkan, termasuk dukungan dari cabang olahraga (cabor) dan KONI kabupaten/kota yang disebut telah melampaui batas minimal yang ditetapkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
"Minimal sesuai ketentuan TPP adalah dukungan dari 19 cabang olahraga. Alhamdulillah, dukungan kepada Bapak Lalu Muhamad Iqbal sudah jauh melampaui syarat tersebut," ujar Firadz kepada awak media di Mataram, Rabu (12/8).
Menurut Firadz, selain dukungan dari puluhan cabor, sedikitnya tujuh KONI kabupaten/kota telah menyerahkan dokumen dukungan kepada tim pemenangan. Dukungan resmi yang telah diterima berasal dari KONI Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Kota Bima, sementara dukungan dari Dompu dan Lombok Barat disebut masih dalam proses penyelesaian administrasi.
Meski optimistis, tim pemenangan memilih belum membuka seluruh dokumen dukungan kepada publik mengingat tahapan pendaftaran masih berlangsung hingga 15 Agustus.
"Kami masih menyimpan sebagian dokumen karena proses masih berjalan. Insyaallah sebelum penutupan pendaftaran seluruh persyaratan akan kami serahkan secara resmi kepada TPP," katanya.
Firadz memastikan tidak ada keraguan mengenai pencalonan Lalu Muhamad Iqbal.
"Yang pasti sebelum penutupan pendaftaran, Bapak Muhammad Iqbal akan resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB," tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Verifikasi Dukungan Jadi Penentu
Terkait munculnya kandidat lain, Mori Hanafi, yang lebih dahulu mendaftarkan diri dengan klaim mengantongi dukungan sekitar 37–38 cabang olahraga, Firadz menegaskan seluruh proses akan diserahkan kepada TPP sebagai lembaga independen penyelenggara penjaringan.
Menurutnya, panitia memiliki kewenangan penuh untuk memverifikasi seluruh dokumen dukungan sehingga dapat dipastikan tidak terjadi dukungan ganda maupun pelanggaran administrasi.
"Kami menghormati semua kandidat. Nanti TPP yang akan memverifikasi apakah ada dukungan ganda atau tidak. Semua akan dibuktikan melalui mekanisme yang berlaku," ujarnya.
Dinilai Mampu Perkuat Persiapan PON 2028
Firadz menilai dukungan besar kepada Iqbal lahir dari harapan insan olahraga NTB agar pembangunan olahraga mendapat perhatian lebih serius menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2028 yang akan digelar bersama di NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, kapasitas Iqbal diyakini mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, mempercepat pembangunan infrastruktur olahraga, memperluas akses pendanaan, hingga mempererat sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabang olahraga.
"Teman-teman olahraga memandang Bapak Muhammad Iqbal sebagai figur yang tepat untuk membawa olahraga NTB lebih maju dan mewujudkan harapan besar menuju PON 2028," jelasnya.
Sorotan Soal Hibah Dijawab Tim Pemenangan
Menanggapi potensi sorotan publik terkait kemungkinan Iqbal merangkap jabatan sebagai Gubernur sekaligus Ketua KONI NTB yang menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi, Firadz menegaskan mekanisme penganggaran hibah tidak ditentukan secara sepihak oleh gubernur.
Ia menjelaskan proses penyusunan anggaran tetap melalui mekanisme pemerintahan yang melibatkan organisasi perangkat daerah, Badan Anggaran, serta DPRD Provinsi NTB sehingga tetap berada dalam koridor regulasi dan pengawasan.
"Penentuan hibah tidak bisa diputuskan sendiri oleh gubernur. Ada DPRD dan seluruh mekanisme pemerintahan yang berjalan secara profesional," tegasnya.
Muaythai Indonesia NTB Resmi Berikan Dukungan
Sementara itu, Ketua Muaythai Indonesia (MI) Pengurus Provinsi NTB Edy Shopian, ST., menyatakan organisasinya memberikan dukungan penuh kepada pencalonan Lalu Muhamad Iqbal sebagai Ketua KONI NTB.
Menurut Edy, terdapat empat alasan utama yang mendasari sikap tersebut.
Pertama, komitmen Iqbal terhadap pembinaan atlet dari usia dini hingga jenjang nasional dinilai sejalan dengan program pembinaan Muaythai NTB menuju PON 2028.
Kedua, kapasitas Iqbal sebagai Gubernur NTB dinilai memiliki jaringan yang kuat dengan Pemerintah Pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta berbagai mitra strategis yang dapat membuka peluang dukungan anggaran, pembangunan venue, pemusatan latihan (training center), hingga penyelenggaraan kejuaraan nasional.
Ketiga, kepemimpinan Iqbal dinilai memiliki integritas, ketegasan, serta mampu menjadi pemersatu seluruh cabang olahraga tanpa membedakan kepentingan organisasi.
Keempat, Muaythai Indonesia NTB optimistis kepemimpinan Iqbal dapat mengantarkan NTB mencapai target masuk 5 besar PON 2028, dengan Muaythai siap menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen daerah.
"Kami melihat beliau memiliki visi yang jelas terhadap pembinaan olahraga. Muaythai siap berkontribusi menyumbangkan medali emas dan bersama-sama membawa NTB masuk 5 besar PON 2028," ujar Edy Shopian.
Musorprov Digelar 20–21 Agustus
Sebagai informasi, masa pendaftaran bakal calon Ketua KONI NTB dibuka mulai **5 hingga 15 Agustus 2026**. Selanjutnya seluruh dokumen dukungan akan diverifikasi oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan sebelum dibawa ke forum Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Agustus 2026.
Musorprov tersebut akan menentukan nahkoda baru KONI NTB yang akan memimpin pembinaan olahraga daerah selama empat tahun ke depan, sekaligus mengawal persiapan NTB sebagai salah satu tuan rumah PON 2028.
(H A)










