Ratusan Siswa 3 SDN di Lombok Tengah Dilarikan ke Puskesmas Diduga Keracunan Program MBG
XPOSETV//Lombok Tengah, NTB – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali merebak. Ratusan siswa dari kelas satu hingga kelas enam di tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mendadak dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai mengonsumsi hidangan sekolah. Jumat (11/09/2026).
Tiga sekolah yang terdampak dalam insiden ini adalah SDN Beber, SDN Mertak Kesambik Cahya, dan SDN Repok. Berdasarkan penuturan salah satu siswa, gejala buruk muncul tak lama setelah menyantap paket makanan berupa kebab daging ayam berisi sayuran.
"Saya makan kebab daging ayam dan sayur. Tidak lama langsung terasa sakit perut, mual, dan pusing," ungkap salah seorang siswi korban keracunan.
Dokter Penanggung Jawab Medis Puskesmas Pringgarata, dr. Dessy Junianta, mengonfirmasi lonjakan pasien anak yang berdatangan secara bersamaan. Khusus dari SDN Beber saja, tercatat ada 179 siswa yang harus mendapatkan penanganan medis darurat.
"Rata-rata gejala yang dialami pasien seragam, yakni mual, pusing, dan sakit perut. Kami melakukan observasi ketat selama tiga jam. Karena daya tampung puskesmas penuh, sebagian pasien kami alihkan ke Aula Kantor Camat Pringgarata. Saat ini kami masih melakukan pendalaman serta investigasi mendalam terkait penyebab keracunan ini, dan laporannya segera dikirim ke Dinas Kesehatan," terang dr. Dessy.
Sementara itu, jajaran Polresta Lombok Tengah bergerak cepat merespons kejadian luar biasa ini. Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Pol Hariyanto, menyatakan bahwa penanganan medis korban terbagi di empat lokasi puskesmas, yaitu Puskesmas Pringgarata, Bagu, Aik Darek, dan Mantang.
"Alhamdulillah seluruh siswa sudah ditangani dengan baik di empat puskesmas. Kami memberikan imbauan tegas kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau penyedia makanan agar benar-benar mematuhi SOP dan regulasi yang ada. Kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali," tegas Kombes Pol Hariyanto.
Guna mengusut tuntas penyebab pasti insiden tersebut, Tim Satreskrim bersama Unit Inafis Polresta Lombok Tengah telah diterjunkan langsung ke lokasi dapur produksi makanan (SPPG) untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengambil sampel makanan.
Hingga Jumat sore, sejumlah siswa yang kondisinya membaik sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Pihak kepolisian dan tim medis mengimbau para orang tua untuk segera membawa kembali anak mereka ke puskesmas terdekat apabila timbul keluhan susulan.
(H A)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar