![]() |
| Ketua BPD Dorong Bantuan Bibit Jagung Masuk dalam Perubahan APBDes 2026 |
PENTADU BARAT, BOALEMO — Musim kekeringan yang terjadi saat ini mulai memberikan dampak terhadap sektor pertanian di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Sejumlah petani jagung menghadapi kondisi tanaman yang terdampak kekurangan air sehingga berpotensi mengalami gagal panen dan kerugian ekonomi.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Ketua BPD Desa Pentadu Barat, Frisko Mahmud, yang pada Kamis, 10 September 2026, mendatangi Pemerintah Desa Pentadu Barat untuk membahas kondisi petani yang terdampak musim kering.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong agar persoalan petani dapat dibahas dalam Pra-Musdes Perubahan APBDes Tahun Anggaran 2026.
Dorong Bantuan Bibit Jagung
Dalam pembahasan tersebut, Ketua BPD mendorong adanya perhatian anggaran bagi petani yang terdampak gagal panen akibat kekeringan. Salah satu usulan yang diperjuangkan adalah bantuan bibit jagung bagi petani sebagai bentuk dukungan untuk membantu mereka menghadapi musim tanam berikutnya.
Frisko Mahmud menyampaikan bahwa kondisi kekeringan tidak hanya berdampak pada tanaman, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan dan keberlangsungan usaha tani masyarakat.
“Kami ingin persoalan petani yang terdampak kekeringan ini mendapat perhatian dalam pembahasan perubahan anggaran desa. Bantuan bibit jagung diharapkan dapat meringankan beban petani dan membantu mereka kembali bercocok tanam setelah mengalami kerugian,” ujar Frisko.
Menurutnya, usulan tersebut perlu dibahas secara terbuka melalui mekanisme musyawarah desa dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan desa serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masuk dalam Pembahasan Perubahan APBDes
Persoalan kekeringan dan dampaknya terhadap petani diharapkan dapat menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan Perubahan APBDes Desa Pentadu Barat Tahun 2026.
Melalui Pra-Musdes, aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat dihimpun untuk selanjutnya dibahas bersama antara pemerintah desa, BPD, dan unsur masyarakat sesuai mekanisme perencanaan dan penganggaran desa.
BPD Desa Pentadu Barat juga mendorong agar kebijakan yang nantinya diambil benar-benar mempertimbangkan kondisi masyarakat yang mengalami dampak langsung akibat musim kekeringan. Red








