Simulasi Digelar 28 September, Operasi Cipta Kondisi Dimulai 5 Oktober untuk Memastikan Kamtibmas Tetap Kondusif
XPOSETV//Mataram , NTB — Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan strategi pengamanan menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Salah satu fokus utama adalah memperkuat operasi cipta kondisi sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama rangkaian event internasional tersebut berlangsung. Rabu (23/09/2026)
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Cipta Ops Mandalika yang digelar di Ruang Presisi Polda NTB, Selasa (22/9/2026).
Rakor dipimpin Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Erwin Rachmat, S.I.K., M.H., didampingi Dir Samapta Polda NTB Kombes Pol Joko Adi Nugroho, S.I.K., serta Dansat Brimob Polda NTB Kombes Pol Nadi Chaidir, S.I.K., M.H.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., mengatakan rakor tersebut menjadi bagian dari pemantapan kesiapan personel dan strategi cipta kondisi guna memastikan seluruh rangkaian MotoGP Mandalika 2026 berlangsung aman, tertib dan lancar.
“Kami terus mematangkan kesiapan personel dan langkah cipta kondisi, agar seluruh rangkaian MotoGP Mandalika berjalan aman, tertib dan lancar,” ungkap Kombes Kholid.
Dalam rakor tersebut juga ditetapkan sejumlah tahapan persiapan. Polda NTB menjadwalkan simulasi pengamanan pada 28 September 2026, kemudian Operasi Cipta Kondisi mulai dilaksanakan pada 5 Oktober 2026.
Selain kesiapan personel, penguatan komunikasi di lapangan turut menjadi perhatian. Penggunaan handy talky (HT) bagi para Perwira Pengendali (Padal) dalam Operasi Mandalika mulai diaktifkan guna mendukung koordinasi dan komunikasi selama pelaksanaan tugas.
“Simulasi akan dilaksanakan 28 September dan operasi cipta kondisi dimulai 5 Oktober 2026. Penggunaan HT bagi para Padal dalam Operasi Mandalika juga mulai diaktifkan, untuk memperkuat komunikasi di lapangan,” ujar Kombes Kholid.
Antisipasi Pembakaran Lahan
Tak hanya persoalan keamanan, Polda NTB juga memberi perhatian terhadap potensi gangguan lingkungan yang dapat berdampak pada pelaksanaan MotoGP. Salah satunya adalah kemungkinan pembakaran lahan yang dapat menimbulkan asap di sekitar kawasan kegiatan.
Direktorat Samapta Polda NTB menekankan pentingnya langkah deteksi dan pencegahan sejak dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah yang berdekatan dengan lokasi pelaksanaan MotoGP Mandalika.
“Dir Samapta menekankan pencegahan, termasuk mengantisipasi pembakaran lahan di sekitar lokasi MotoGP. Jangan sampai asap mengganggu jalannya event,” kata Kombes Kholid.
Menurut Polda NTB, langkah antisipatif tersebut diperlukan agar potensi gangguan dapat diminimalkan sebelum berkembang dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun rangkaian agenda MotoGP Mandalika 2026.
Rakor turut dihadiri pejabat terkait dari jajaran Polda NTB serta perwakilan Polresta Mataram, Polres Lombok Barat dan Polresta Lombok Tengah. Penyatuan langkah antarwilayah tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan terpadu menghadapi gelaran olahraga otomotif internasional di Sirkuit Mandalika.
Dengan simulasi yang dijadwalkan berlangsung pada 28 September dan Operasi Cipta Kondisi yang dimulai 5 Oktober 2026, Polda NTB terus memperkuat kesiapan personel, komunikasi lapangan, deteksi dini serta pencegahan berbagai potensi gangguan demi mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 yang aman, tertib dan lancar. (H A)









