H-2 MotoGP Mandalika, Organda NTB Perkuat Kesiapan Transportasi, Cegah Praktik Getok Harga, dan Buka Posko Pengaduan di Tiga Titik Strategis.
XPOSETV//Mataram, NTB – Menjelang perhelatan balap motor kelas dunia Pertamina Grand Prix of Indonesia, MotoGP Mandalika 2026, Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan armada transportasi untuk mendukung kelancaran mobilitas penonton, wisatawan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam ajang internasional tersebut. Rabu (07/10/226)
Ketua DPD Organda NTB, Junaedi Kasum, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari 1.200 unit armada angkutan darat untuk melayani kebutuhan transportasi selama MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah.
Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga citra NTB sebagai destinasi wisata internasional yang mampu menyelenggarakan agenda olahraga berskala dunia secara profesional.
Dalam keterangannya di Mataram, Rabu (7/10), Junaedi menegaskan bahwa Organda NTB berkomitmen mengawal tiga aspek utama, yakni kesiapan armada, pengendalian tarif, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
1. Siapkan Lebih dari 1.200 Armada, Layani Rute Strategis
Armada yang disiapkan terdiri atas bus pariwisata, bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antarkota dalam provinsi (AKDP), kendaraan travel, serta angkutan sewa khusus.
Layanan transportasi tersebut diarahkan untuk mendukung sejumlah jalur utama menuju kawasan Mandalika, meliputi Mataram–Mandalika, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM)–Mandalika, Pelabuhan Lembar–Mandalika, serta Pelabuhan Kayangan–Mandalika.
Menurut Junaedi, kesiapan kendaraan dan pengemudi menjadi perhatian utama. Armada yang dioperasikan dipastikan memenuhi persyaratan kelayakan jalan sesuai ketentuan, sementara pengemudi harus memiliki kompetensi dan perizinan yang sesuai.
Organda NTB berharap dukungan transportasi ini mampu mengurangi potensi penumpukan penumpang, memperlancar perjalanan wisatawan, dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman serta nyaman.
2. Tarif Harus Wajar, Praktik Getok Harga Dilarang
Selain kesiapan armada, Organda NTB menaruh perhatian serius terhadap pengendalian tarif transportasi selama berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026.
Junaedi menegaskan komitmen organisasi untuk menjaga tarif tetap wajar dan mencegah praktik kenaikan harga secara tidak masuk akal, termasuk percaloan yang merugikan penumpang.
Ia menyebutkan, koordinasi dengan Dinas Perhubungan NTB dan ITDC dilakukan untuk mendukung penerapan tarif batas atas pada layanan shuttle resmi MotoGP.
Masyarakat yang menemukan dugaan penyimpangan tarif atau praktik percaloan diimbau melaporkannya melalui posko Organda agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Pengawasan tarif dinilai penting untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap pelayanan transportasi di NTB.
3. Buka Posko Angkutan Terpadu di Tiga Titik
Untuk memperkuat pelayanan di lapangan, DPD Organda NTB telah membuka Posko Angkutan Terpadu MotoGP 2026 di tiga lokasi strategis, yaitu Terminal Mandalika Mataram, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, dan Gerbang Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Posko tersebut disiapkan sebagai pusat informasi, koordinasi pelayanan, serta penerimaan pengaduan masyarakat terkait transportasi selama periode penyelenggaraan MotoGP.
Organda NTB juga menyatakan kesiapan bersinergi dengan ITDC, Pemerintah Provinsi NTB, Dinas Perhubungan, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata untuk memastikan pergerakan penonton dari bandara, pelabuhan, hotel, hingga kawasan sirkuit berjalan lancar.
Dukungan transportasi juga diharapkan mempermudah pengunjung menuju lokasi penukaran tiket fisik yang disebutkan dalam keterangan, yakni Bazaar Mandalika, Eks Bandara Selaparang Mataram, dan BIZAM.
Transportasi Lancar, Pariwisata dan UMKM Diharapkan Ikut Tumbuh
Junaedi mengatakan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan tahun ini. Tingginya permintaan akomodasi dan mobilitas pengunjung, menurutnya, harus diimbangi dengan kesiapan transportasi yang memadai.
Ia menegaskan, transportasi tidak boleh menjadi penghambat bagi wisatawan yang ingin menikmati MotoGP Mandalika. Karena itu, kesiapan pelayanan akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama periode kegiatan, termasuk melalui koordinasi operasional yang intensif.
Lebih dari sekadar ajang balap motor, MotoGP Mandalika diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat NTB, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perhotelan, usaha pariwisata, hingga pengusaha dan pengemudi angkutan lokal.
Junaedi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keramahan, ketertiban, dan kualitas pelayanan kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah maupun negara.
“Mari kita sambut tamu-tamu dari seluruh dunia dengan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan penuh senyum khas Lombok Sumbawa,” demikian pesan Junaedi.
Kesiapan Organda NTB menjadi salah satu unsur pendukung keberhasilan MotoGP Mandalika 2026. Dengan armada yang memadai, tarif yang terkendali, serta koordinasi lintas sektor yang kuat, NTB diharapkan mampu menunjukkan pelayanan transportasi yang profesional sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di mata dunia.
(H A)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar