Kebakaran Kandea, 46 Armada Damkar Dikerahkan, 60 Kepala Keluarga Terdampak

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kebakaran Kandea, 46 Armada Damkar Dikerahkan, 60 Kepala Keluarga Terdampak

Selasa, 11 Agustus 2026 | Agustus 11, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-11T08:35:08Z


MAKASSAR — Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jalan Kandea 3 Lorong 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (10/8/2026) malam.


Peristiwa tersebut membuat warga sekitar panik. Kepulan asap tebal dan kobaran api terlihat dari kawasan permukiman, sementara sejumlah warga berupaya menyelamatkan barang-barang dari bangunan di sekitar lokasi.


Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar langsung mengerahkan armada ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan berlangsung di tengah kondisi lorong yang sempit dan dipadati warga.


Kabid Pemadam Damkar Kota Makassar, Cakrawala, mengatakan petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman, terutama akses menuju titik kebakaran yang cukup sulit.


“Kendalanya mungkin kesulitan karena akses masuk dengan penuhnya massa yang kita lihat. Yang kedua juga kesulitan kita untuk bermanuver di dalam karena ini lorong sempit,” kata Cakrawala.


Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkar Makassar mengerahkan sekitar 46 unit armada. Sebanyak 34 unit berasal dari Mako Ratulangi, enam unit dari Posko Pengayoman dan enam unit dari Ujung Tanah.


Cakrawala mengatakan, proses pemadaman telah berlangsung hampir dua jam ketika petugas mulai melakukan tahapan pendinginan di lokasi.


“Untuk saat ini proses pemadaman sudah hampir mencapai dua jam dan saat ini masih melakukan pendinginan,” ujarnya.


Ia menyebut kondisi di lapangan sejauh ini tidak menunjukkan adanya pelebaran api. Namun, petugas masih memaksimalkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.


Terkait korban, Cakrawala mengatakan pihaknya belum dapat mengeluarkan data resmi mengenai korban jiwa. Namun, terdapat beberapa warga yang dilaporkan mengalami luka, diduga akibat terkena benda tajam maupun serpihan material seperti paku.


“Untuk korban jiwa kita belum berani mengeluarkan rilis resmi, tapi tadi ada beberapa korban luka ya, warga kena luka, mungkin karena adanya benda tajam atau serpihan-serpihan paku,” jelasnya.


Sementara itu, jumlah bangunan yang terdampak juga belum dapat dipastikan. Cakrawala menyebut sementara terdapat belasan bangunan yang kemungkinan terdampak, namun pendataan akan dilakukan setelah proses pendinginan selesai.


“Untuk data kita belum berani memastikan. Sepertinya ini ada belasan, bahkan mungkin lebih. Untuk data kita rilis setelah pendinginan supaya asesmennya jelas,” katanya.


Damkar Makassar menargetkan proses pendinginan dapat dimaksimalkan dalam waktu sekitar 30 menit, dengan sejumlah armada tetap disiagakan untuk membantu menyuplai air selama proses tersebut berlangsung.


Cakrawala juga mengimbau masyarakat agar tidak berkerumun di sekitar lokasi kebakaran. Kepadatan warga dinilai dapat menyulitkan petugas dalam mengakses dan bermanuver menuju titik kebakaran.


“Kita sudah sosialisasi pada saat ada kejadian warga dilarang berkerumun. Hanya kita tidak bisa serta-merta juga melarang kalau kondisi kayak begini,” ujarnya.


Mengenai penyebab kebakaran, Cakrawala menegaskan pihaknya belum dapat memastikan. Penentuan penyebab kebakaran selanjutnya akan disampaikan melalui pihak kepolisian setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Data sementara, sebanyak 60 kepala keluarga terdampak.


“Untuk penyebab kita belum berani rilis, nanti melalui pihak kepolisian saja yang rilis,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update