Semarak HUT KLU ke-18 dan HUT RI ke-81, Polres Lombok Utara Gelar Peresean Dua Hari, Perkuat Pelestarian Budaya Sasak dan Kebersamaan Masyarakat

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Semarak HUT KLU ke-18 dan HUT RI ke-81, Polres Lombok Utara Gelar Peresean Dua Hari, Perkuat Pelestarian Budaya Sasak dan Kebersamaan Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026 | Agustus 10, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-10T08:30:46Z




XPOSETV//Lombok Utara, NTB – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-18 sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Lombok Utara bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menggelar pagelaran seni budaya Peresean selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9 Agustus 2026), di Lapangan Tantya Sudhirajati Polres Lombok Utara. Kegiatan yang dipublikasikan pada tersebut berlangsung meriah dan menjadi magnet ribuan warga yang memadati arena untuk menyaksikan tradisi khas masyarakat Sasak Dayan Gunung. Senin (10/08/2026).


Perhelatan budaya ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, melestarikan warisan budaya leluhur, serta mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat.


Acara pembukaan dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. beserta Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, Sekretaris Daerah Sahabudin, Danramil Gangga, Kasat Intelkam AKP Mutawalli, S.T., M.M., jajaran Pejabat Utama Polres Lombok Utara, Kabid Kebudayaan Dikbudpora KLU Raden Sawinggih, para kepala desa se-KLU, serta Ketua Lang-Lang Adat Bayan dan sejumlah tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi kepada Polres Lombok Utara atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut sebagai bagian dari perayaan hari jadi daerah dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


Menurutnya, Peresean merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Lombok Utara yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga serta dikenalkan kepada generasi muda.


"Kegiatan Peresean ini merupakan tradisi turun-temurun di Kabupaten Lombok Utara. Semoga kita bisa bersama-sama mengambil hikmah positifnya, baik dari segi ketangkasan maupun nilai silaturahminya," ujar Bupati.

 

Sementara itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. menegaskan bahwa Peresean bukan sekadar pertarungan menggunakan rotan dan tameng kulit, melainkan simbol keberanian, kehormatan, sportivitas, serta pengendalian diri yang menjadi karakter masyarakat Sasak Dayan Gunung.


Kapolres menilai pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.


"Peresean adalah warisan budaya yang sarat nilai keberanian, persaudaraan, dan penghormatan. Kami dari Polres Lombok Utara merasa bangga dapat membuka Lapangan Tantya Sudhirajati sebagai ruang kebersamaan. Ini bukti bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga mendukung kemajuan seni dan budaya," tegas AKBP Agus Purwanta.

 

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pihak, penampilan Tari Gandrung yang memukau para tamu undangan dan masyarakat, serta laga pembuka Peresean secara simbolis yang dilakukan oleh Kapolres Lombok Utara bersama Wakil Bupati KLU.


Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lombok Utara memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan para pepadu (petarung Peresean) yang mempertontonkan ketangkasan, keberanian, sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pertandingan.


Pelaksanaan Peresean selama dua hari tersebut juga menjadi bukti nyata sinergitas antara Polres Lombok Utara dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.


Selain menjadi hiburan rakyat dalam rangkaian HUT KLU ke-18 dan HUT RI ke-81, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa cinta terhadap budaya daerah, mempererat tali persaudaraan antarwarga, serta menjadi agenda budaya yang terus dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata dan identitas Kabupaten Lombok Utara.

(Aloan/XPOSETV)

×
Berita Terbaru Update