Iklan Head

Health

Viral PMI Asal Dompu Cedera Berat di Dubai, Jatuh dari Lantai Tiga Saat Berusaha Kabur, Minta Pemerintah Turun Tangan

XPOSETV.NTB
Sabtu, 03 Oktober 2026, Oktober 03, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T21:13:19Z



XPOSETV//Dompu, NTB — Kabar memilukan datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Muliati alias Uly, perempuan kelahiran 21 Februari 2000 asal Desa Latonda 1 Timur, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, dilaporkan mengalami cedera berat setelah terjatuh dari sebuah gedung apartemen di Dubai, Uni Emirat Arab. Sabtu (03/10/2026)


Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah video pengakuan Muliati beredar di media sosial dan telah diunggah di salah satu grub whatsapp DISKUSI PEMBERDAYAAN EDUKASI PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA - SOSIAL KEMASYRAKATAN milik Yayasan Peduli Tenaga Kerja Indonesia Sejahtera (YPTKIS). 


Grub Whatsapp yang dikelola, dinahkodai dan admin grub wa tersebut adalah Henly Sunardi, S.H., Ketua Umum YPTKIS. Bapak Henly lebih dikenal sebagai aktivis pengiat dan pendamping pekerja migran Indonesia, beliau kerap kali membantu, membela, memulangkan para PMI diluar negeri apabila terjadi masalah serta musibah seperti sakit, meninggal yang sering terjadi dan dialami oleh para PMI dalam negeri maupun luar negeri.


Telah terbit berita di media online Lintas Samudra. com, tentang kasus kecelakaan PMI Muliati asal Dompu NTB yang mengalami cedera berat akibat terjatuh dari lantai tiga sebuah gedung apartemen di Dubai di grub whatsapp dikirim langsung oleh Amin Kasipahu (pers Lintas Samudra.com) pada Rabu (02/10) dan berapa media online lainnya.


Tonton vidionya: Vidio Wawancara Awak Media Lintas Samudra.com Dengan PMI Asal Dompu Cedera Berat di Dubai, Jatuh dari Lantai Tiga Saat Berusaha Kabur, Minta Pemerintah Turun Tangan


Dalam video tersebut, Muliati terlihat masih menjalani perawatan medis dan menceritakan musibah yang dialaminya dengan kondisi fisik yang tampak lemah.


Berdasarkan keterangan vidio dan berita yang telah kami dikutip dari media online Lintas Samudra.com yang disampaikan dalam rilis, Muliati berangkat ke Dubai pada 27 Juni 2026 melalui pihak sponsor berinisial "H U H" yang berdomisili di Pringgarata Lombok Tengah, menawarkan untuk bekerja sebagai PMI. Namun, baru sekitar tiga bulan bekerja, ia mengaku mengalami sejumlah persoalan terkait penempatan dan pembayaran upah.


Muliati menuturkan, dirinya sempat ditempatkan pada seorang majikan pertama selama sekitar satu minggu sebelum dikembalikan ke kantor agency. Setelah itu, ia kembali ditempatkan kepada majikan lainnya di wilayah Sarjan.


Dalam pengakuannya, persoalan kemudian berlanjut ketika dirinya meminta uang untuk kebutuhan pribadi, tetapi permintaan tersebut disebut tidak dipenuhi pihak agency.


Muliati selanjutnya mengaku mendapat tawaran pekerjaan dari seorang perempuan asal Sunda yang biasa dipanggil “Teteh”. Ia kemudian dijemput oleh seorang pria dan dibawa menuju sebuah apartemen lantai tiga.


Menurut pengakuan Muliati, setelah tiba di lokasi, ia justru mendapati sejumlah pria yang tidak dikenalnya. Ia merasa berada dalam situasi yang mencurigakan dan kemudian berusaha meninggalkan apartemen tersebut.


Dalam upaya tersebut, Muliati mengaku menggunakan sejumlah seprai yang diikat menjadi tali untuk turun dari lantai tiga. Namun, ketika berada di antara lantai tiga dan lantai dua, kondisi tubuhnya tiba-tiba lemas dan kepalanya terasa pusing hingga akhirnya terjatuh dan kehilangan kesadaran.


Akibat kejadian itu, Muliati menyebut mengalami cedera serius pada bagian bawah perut hingga harus menjalani tiga kali operasi. Ia juga mengalami patah pada tangan kiri, gangguan pada kaki serta rasa sakit pada bagian pinggang yang membuatnya masih belum mampu bangun dari tempat tidur.


“Saya baru sadar setelah berada di Hospital City, tapi saya tetap berusaha tegar dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Muliati dalam video tersebut.


Kini, Muliati meminta perhatian Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Dompu serta Disnakertrans Dompu agar dapat memberikan perlindungan, pendampingan, memastikan hak-haknya serta membantu proses kepulangannya ke tanah air.


“Saya mohon bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Perlindungan PMI, Gubernur NTB, Bupati Dompu serta Disnakertrans Kabupaten Dompu agar bisa mengeluarkan saya dan memulangkan ke tanah air,” pintanya.


Hingga berita ini ditayangkan, identitas pihak-pihak yang disebut dalam pengakuan Muliati, termasuk majikan dan sponsor yang memberangkatkannya, masih dalam proses penelusuran dan konfirmasi. 


Awak media telah berapa kali berupaya untuk menghubungi pihak sponsor, baik mengirim pesan dan menelpon melalui WhatsApp. Pihak sponsor tidak merespon sama sekali, baik telpon atau membalas pesan WhatsApp dari awak media untuk klarifikasi laporan dari PMI Muliati.


Awak media akan terus mengikuti perkembangan kasus ini, termasuk langkah pemerintah dalam memberikan perlindungan dan memastikan hak Muliati sebagai pekerja migran Indonesia. 

(H A)

Komentar

Tampilkan

  • Viral PMI Asal Dompu Cedera Berat di Dubai, Jatuh dari Lantai Tiga Saat Berusaha Kabur, Minta Pemerintah Turun Tangan
  • 0

Terkini

Google News


 

LOWONGAN KERJA


 

VERIFIKASI

 


JMSI

 


LAPAS


 

SMARTFREN


 

KEMENDESA

 


Topik Populer

Banner