XPOSETV//LOMBOK BARAT, NTB – Warga Dusun Bakong, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, digemparkan oleh penemuan sesosok janin atau orok bayi yang tersangkut di dalam saluran gorong-gorong, Senin (2/11) pagi. Penemuan tersebut kini tengah diselidiki secara intensif oleh jajaran Polsek Gerung bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Lombok Barat. Selasa (03/11/2026)
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari perangkat dusun setempat. Sejumlah petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti awal, serta meminta keterangan saksi guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, membenarkan adanya laporan penemuan tersebut.
“Benar, kami telah menerima laporan dari kepala dusun setempat mengenai penemuan orok bayi di saluran gorong-gorong Dusun Bakong,” ungkap AKP Lale Dewi.
Berawal dari Laporan Warga
Berdasarkan keterangan awal, penemuan itu terjadi sekitar pukul 07.15 WITA. Kepala Dusun Bakong, Darmayasa (48), didatangi seorang warga yang melaporkan adanya gumpalan daging menyerupai janin atau orok bayi di dalam saluran air, tepatnya di wilayah RT 02 Dusun Bakong.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Darmayasa bersama saksi mendatangi lokasi untuk memastikan informasi yang diterimanya. Setelah melihat langsung kondisi benda yang mencurigakan itu, kepala dusun kemudian melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas Desa Kebon Ayu.
Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh petugas piket fungsi Polsek Gerung yang mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan awal di sekitar tempat penemuan.
Peristiwa ini menyita perhatian warga setempat. Namun, penyebab kematian, usia janin, serta pihak yang diduga bertanggung jawab atas keberadaan janin tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Tim Inafis Lakukan Olah TKP, Janin Dievakuasi ke Ruang Forensik
Dalam penanganan perkara ini, personel Polsek Gerung bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Lombok Barat melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang dinilai mengetahui informasi terkait penemuan tersebut.
Janin yang dalam laporan awal disebut sebagai Mr. X kemudian dievakuasi dan dititipkan di ruang forensik RSU Provinsi NTB untuk kepentingan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Menurut AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, penyidik juga merencanakan koordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk proses identifikasi serta pemeriksaan forensik.
“Rencana tindak lanjut kami saat ini meliputi koordinasi erat dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB guna melakukan identifikasi umum maupun khusus terhadap mayat janin tersebut. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Kaur Dokpol RS Bhayangkara untuk pelaksanaan visum luar dan autopsi di ruang forensik,” jelasnya.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kondisi medis janin, termasuk informasi yang relevan untuk kepentingan penyelidikan sesuai hasil pemeriksaan ahli.
Polisi Telusuri Petunjuk untuk Mengungkap Peristiwa
Selain pemeriksaan forensik, kepolisian terus menelusuri informasi di tengah masyarakat dan mendalami keterangan saksi. Langkah ini dilakukan untuk mencari petunjuk mengenai asal-usul janin, kronologi sebelum ditemukan, serta kemungkinan adanya unsur tindak pidana.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai identitas pihak yang diduga terlibat maupun kesimpulan mengenai penyebab kematian janin tersebut.
Kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta berdasarkan hasil pemeriksaan medis, barang bukti, dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan.
Peristiwa di Dusun Bakong ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan manusia dan dugaan tindakan yang perlu ditelusuri secara menyeluruh. Masyarakat yang memiliki informasi relevan diharapkan dapat menyampaikannya kepada pihak berwenang melalui jalur resmi.
(H A)
Xposetv – Media Arah Baru Terpercaya











Tidak ada komentar:
Posting Komentar