![]() |
Ditpolairud Polda NTB Bersama Tim Gabungan Sisir Perairan Pulau Paserang Cari Penumpang KMP Belida Yang Melompat ke Laut |
XPOSETV//Mataram, NTB — Personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB bersama tim SAR gabungan bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan dan pencarian (SAR) terhadap seorang penumpang Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Belida yang dilaporkan melompat ke laut di sekitar perairan Pulau Paserang, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Minggu (21/06/20).
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S, Samola, S.I.K. MH membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan Alut (Alat Utama) berupa KP XXI-1003 untuk memimpin pergerakan di lapangan segera setelah menerima laporan.
"Benar, kami menerima laporan mengenai seorang penumpang KMP Belida bernama Masnah (45), warga Desa Nijang Tengah, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, yang melompat dari atas kapal pada Sabtu malam (20/06) sekitar pukul 23.10 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano," ujar Dirpolairud Polda NTB pada Minggu (21/06).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban sempat terlihat oleh penumpang lain sebelum melompat, namun tindakan tersebut berlangsung sangat cepat sehingga tidak sempat dicegah. KMP Belida bersama beberapa kapal ferry yang melintas di sekitar lokasi—seperti KMP Jemla Fajar, KMP Liberty, dan KMP Garda Maritim I—sempat melakukan pencarian awal di sekitar perairan Pulau Paserang, yang mengakibatkan kapal mengalami keterlambatan dan baru bersandar di Dermaga 2 Pelabuhan Poto Tano pada pukul 00.25 WITA.
Memasuki hari pertama operasi SAR resmi pada Minggu pagi (21/06) mulai pukul 07.00 wita, Ditpolairud Polda NTB mengoordinasikan tim gabungan untuk menyisir area yang lebih luas.
"Tim gabungan yang terdiri dari kru KP XXI-1003 Ditpolairud, personel KP3 Pos Tano, dan Anggota TNI AL Pos Tano, turut didampingi oleh suami korban, langsung melakukan penyisiran intensif. Radius pencarian difokuskan di sekitar perairan Pulau Paserang yang menjadi titik jatuhnya korban, hingga meluas ke seputaran perairan Pulau Kambing," jelas Kombes Pol Boyke.
Hingga laporan ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Dirpolairud menambahkan bahwa selain melakukan penyisiran visual di laut, petugas di lapangan juga aktif membangun komunikasi dan memberikan maklumat kepada para nelayan setempat.
"Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah, namun perairan cenderung beralun. Kami juga sudah mengimbau dan menginformasikan kepada para nelayan yang sedang memancing atau melintas di sekitar perairan tersebut, apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban, agar segera melaporkannya kepada petugas atau Tim SAR terdekat," pungkasnya. (H A)
Narsum: Bid Humas Polda NTB
