![]() |
| Pelaksanaan PORPROP NTB Dinilai Tidak Transparan dan Tidak Profesional |
XPOSETV//Mataram, NTB – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB) 2026 mendapat sorotan dari Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muaythai Sumbawa. Pengurus cabang olahraga tersebut menilai penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi itu belum berjalan secara transparan dan profesional, terutama terkait komunikasi teknis kepada cabang olahraga peserta. Senin (13/07/2026)
Ketua Pengkab Muaythai Sumbawa, Sahruddin Sandy LB, mengungkapkan adanya perubahan jadwal pertandingan dan perpindahan venue yang dilakukan tanpa koordinasi maupun pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak cabang olahraga.
Menurutnya, pertandingan Muaythai yang semula dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 diubah menjadi 19 Juli 2026. Selain perubahan jadwal, lokasi pertandingan juga dipindahkan. Informasi tersebut, kata dia, baru diketahui setelah keputusan resmi ditetapkan.
"Jadwal pertandingan yang semula direncanakan tanggal 14 Juli 2026 diubah menjadi 19 Juli 2026. Venue pertandingan juga dipindahkan. Semua perubahan itu kami ketahui setelah keputusannya sudah jadi,"* ujar Sahruddin Sandy LB, Senin (13/7/2026).
Ia menilai perubahan teknis yang dilakukan tanpa melibatkan cabang olahraga telah berdampak langsung terhadap kesiapan atlet. Program latihan yang sebelumnya disusun berdasarkan jadwal awal harus diubah secara mendadak. Tidak hanya itu, pengaturan logistik, akomodasi, hingga kondisi mental atlet juga ikut terdampak.
"Kami seperti tidak dianggap sebagai mitra. Seharusnya setiap perubahan teknis dikomunikasikan terlebih dahulu dengan cabang olahraga. Ini menyangkut persiapan atlet yang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari," tegasnya.
Pengkab Muaythai Sumbawa menilai pelaksanaan Porprov NTB seharusnya menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan profesionalisme. Sebagai ajang pembinaan olahraga prestasi di daerah, seluruh kebijakan teknis dinilai perlu melibatkan cabang olahraga agar tidak menimbulkan kerugian bagi atlet maupun kontingen peserta.
Atas kondisi tersebut, Pengkab Muaythai Sumbawa mendesak KONI NTB untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem komunikasi dan manajemen penyelenggaraan Porprov.
Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain:
Mengembalikan mekanisme koordinasi dengan melibatkan seluruh cabang olahraga dalam setiap keputusan terkait jadwal maupun venue pertandingan.
Melakukan evaluasi terhadap sistem komunikasi dan manajemen pelaksanaan Porprov agar tidak merugikan atlet dan cabang olahraga.
Menjalankan penyelenggaraan Porprov secara profesional serta menghargai seluruh cabang olahraga sebagai mitra strategis dalam membangun prestasi olahraga daerah.
Sahruddin menegaskan bahwa para atlet telah menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan demi membawa nama baik daerah. Oleh karena itu, ia berharap perjuangan para atlet tidak terganggu akibat lemahnya tata kelola penyelenggaraan.
"Atlet kami sudah berlatih keras untuk mengharumkan nama daerah. Jangan sampai perjuangan mereka dikorbankan karena buruknya manajemen dan minimnya komunikasi," pungkasnya.
Pengkab Muaythai Sumbawa berharap KONI NTB segera mengambil langkah perbaikan sehingga pelaksanaan Porprov NTB dapat berlangsung lebih tertib, profesional, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan atlet serta kemajuan olahraga di Nusa Tenggara Barat. (H A)






