Cegah Karhutla dan Kebakaran Pemukiman, Polsek Kota Selatan Sasar Jamaah Jumat di Tiga Kelurahan
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Cegah Karhutla dan Kebakaran Pemukiman, Polsek Kota Selatan Sasar Jamaah Jumat di Tiga Kelurahan

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-07-31T08:35:44Z


Xposetv Gorontalo Kota - Kota Gorontalo Polresta Gorontalo Kota Sektor Kota Selatan - Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kebakaran di kawasan padat penduduk terus digencarkan. Polsek Kota Selatan, Polresta Gorontalo Kota, menggelar sosialisasi serentak di tiga kelurahan pada Jumat (31/7/2026).


Sosialisasi tersebut memanfaatkan momentum pelaksanaan Shalat Jumat. Petugas menyambangi beberapa masjid yang berada di wilayah hukum Polsek Kota Selatan dan Polsek Hulonthalangi, Kota Gorontalo, mulai pukul 11.30 WITA.


Kapolsek Kota Selatan, IPTU Dedi Maadi, S.Sos., memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Wakapolsek IPDA Izzudin Wartabone, PS Kanit Binmas AIPTU Yusuf Pamili, serta jajaran Bhabinkamtibmas dan Banit Intelkam.


"Kami sengaja memilih masjid saat Shalat Jumat karena forum ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat," ujar IPTU Dedi di sela kegiatan.


Dalam sosialisasinya, ada lima poin utama yang ditekankan kepada jamaah.


Pertama, larangan membuka lahan dengan cara membakar. Pihaknya menegaskan, praktik pembakaran untuk kebun atau membersihkan sisa tanaman sangat berisiko meluas, merusak lingkungan, menimbulkan polusi asap yang membahayakan kesehatan, serta berkonsekuensi hukum.


Kedua, kewaspadaan di dalam rumah. Masyarakat diimbau rutin memeriksa instalasi listrik, kompor gas, dan peralatan elektronik sebelum tidur atau meninggalkan rumah untuk mencegah korsleting.


Ketiga, puntung rokok. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lahan kering, tumpukan sampah, dan area dekat bangunan.


Keempat, partisipasi aktif warga untuk saling memantau lingkungan dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda awal kebakaran atau aktivitas mencurigakan.


Kelima, edukasi penanganan awal saat kebakaran terjadi, termasuk nomor layanan darurat kepolisian dan pemadam kebakaran yang bisa dihubungi.


Menurut IPTU Dedi, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran kolektif dan meminimalisir risiko kerugian, baik materiil maupun korban jiwa.


"Kami ingin membangun sinergi. Keamanan lingkungan bukan hanya tugas polisi, tapi butuh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," tegasnya.


Pantauan di lapangan, kegiatan sosialisasi berjalan aman, tertib, dan mendapat sambutan antusias dari para jamaah masjid. ( Rep : AT ) 



×
Berita Terbaru Update