Prestasi Sumbawa Anjlok di Porprov XII NTB 2026, Kalah dari KSB, KONI Didesak Lakukan Evaluasi Total Pembinaan Atlet
×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Prestasi Sumbawa Anjlok di Porprov XII NTB 2026, Kalah dari KSB, KONI Didesak Lakukan Evaluasi Total Pembinaan Atlet

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-07-31T08:02:27Z

Raih 54 Emas dan Finis di Peringkat Enam, Tokoh Masyarakat hingga Pengamat Olahraga Soroti Manajemen Pembinaan dan Minta Audit Program Empat Tahun Terakhir


XPOSETV// SUMBAWA, NTB – Hasil perolehan medali Kabupaten Sumbawa pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Kontingen Kabupaten Sumbawa hanya mampu mengakhiri kompetisi di posisi keenam klasemen akhir dengan raihan 54 medali emas, 59 medali perak, dan 82 medali perunggu, atau total 195 medali. Jumat (31/07/2029)


Capaian tersebut dinilai mengalami penurunan dan menjadi catatan penting bagi dunia olahraga di Kabupaten Sumbawa. Sorotan semakin tajam karena Kabupaten Sumbawa harus berada di bawah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang berhasil menempati peringkat keempat dengan koleksi 64 medali emas, 67 medali perak, dan 83 medali perunggu, atau total 214 medali.


Selisih 10 medali emas antara kedua daerah tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pembinaan atlet di Kabupaten Sumbawa. Berbagai pihak menilai kondisi ini ironis mengingat Sumbawa memiliki wilayah yang lebih luas, jumlah penduduk yang lebih besar, serta potensi anggaran pembinaan olahraga yang dinilai lebih memadai dibandingkan daerah pemekarannya.


Sejumlah tokoh masyarakat Sumbawa menyebut hasil Porprov XII NTB 2026 sebagai tamparan keras yang harus dijadikan momentum pembenahan menyeluruh.


"Ini fakta pahit yang harus kita terima. Sumbawa kalah dari daerah pemekaran sendiri. Padahal potensi kita jauh lebih besar. KONI harus segera duduk, melakukan evaluasi total. Jangan mencari kambing hitam, tetapi melihat ke dalam apakah program pembinaan benar-benar berjalan selama empat tahun terakhir," tegas salah seorang Tokoh Masyarakat Sumbawa.


Nada serupa juga disampaikan kalangan pemuda. Mereka menilai persoalan utama bukan terletak pada kualitas atlet, melainkan lemahnya strategi dan arah pembinaan olahraga.


"KSB mampu meraih 64 emas karena memiliki fokus yang jelas terhadap cabang olahraga prioritas. Di Sumbawa banyak cabang olahraga dibina, tetapi tidak ada yang benar-benar diprioritaskan sehingga peluang meraih emas tidak maksimal. Ini murni persoalan manajemen dan keseriusan dalam pembinaan," ujar Tokoh Pemuda Sumbawa.


Sementara itu, Pengamat Olahraga NTB menilai Kabupaten Sumbawa mulai kehilangan arah dalam sistem pembinaan atlet. Menurutnya, keberhasilan KSB menunjukkan bahwa daerah dengan sumber daya yang lebih kecil tetap mampu berprestasi apabila memiliki strategi yang terukur dan konsisten.


Ia menilai pembinaan atlet usia dini di Sumbawa belum berjalan secara sistematis, program pemusatan latihan masih dilakukan menjelang pertandingan, serta belum didukung penerapan ilmu keolahragaan (sport science) secara optimal.


Pengamat tersebut mengingatkan bahwa apabila pola pembinaan tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin prestasi Kabupaten Sumbawa akan kembali mengalami penurunan pada Porprov XIII mendatang. Ia menyarankan agar pembinaan difokuskan pada delapan hingga sepuluh cabang olahraga yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali emas.


Menyikapi hasil tersebut, para tokoh masyarakat, pemuda, dan pengamat olahraga mendesak KONI Kabupaten Sumbawa segera mengambil langkah konkret melalui empat agenda prioritas, yaitu:


1. Membentuk Tim Evaluasi Independen untuk mengaudit pelaksanaan pembinaan atlet serta penggunaan anggaran olahraga selama empat tahun terakhir.

2. Mengadopsi pola pembinaan Kabupaten Sumbawa Barat dengan menetapkan cabang olahraga unggulan berbasis data dan potensi prestasi.

3. Menyusun serta membuka kepada publik roadmap pembinaan olahraga menuju Porprov XIII NTB agar target dan program dapat diawasi bersama.

4. Memperkuat pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi regenerasi atlet berprestasi di masa mendatang.


Para tokoh menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga Kabupaten Sumbawa.


"Ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Ini bentuk cinta kami kepada Sumbawa. Daerah yang memiliki potensi besar ini harus segera bangkit dan berbenah mulai hari ini agar mampu kembali bersaing pada ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional," tegas Tokoh Masyarakat Sumbawa.


Hasil Porprov XII NTB 2026 diharapkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Sumbawa. Dengan pembinaan yang terarah, transparan, dan berbasis prestasi, Sumbawa dinilai masih memiliki peluang besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan utama olahraga di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (H A)

×
Berita Terbaru Update