Ruang pameran tetap diperbarui selama empat bulan, pelayanan kepada pengunjung tetap berjalan, Museum NTB ditargetkan diresmikan dengan wajah baru pada HUT Provinsi NTB, 17 Desember 2026.
XPOSETV – Media Arah Baru Terpercaya
Mataram, NTB|16 Juli 2026 – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui dukungan anggaran tambahan APBN Tahun 2026 resmi melaksanakan program revitalisasi ruang pameran tetap Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB). Program strategis ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fungsi museum sebagai pusat pelestarian sejarah, pendidikan budaya, sekaligus destinasi wisata sejarah yang modern dan berdaya saing.
Revitalisasi dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026 dengan durasi pengerjaan selama empat bulan. Selama proses tersebut, Museum NTB tetap membuka layanan bagi masyarakat dengan memindahkan seluruh koleksi pameran tetap ke ruang pameran temporer sehingga aktivitas edukasi dan kunjungan wisata tidak terganggu.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa revitalisasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas museum sebagai ruang belajar yang lebih representatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Revitalisasi berlangsung mulai Agustus dan berlangsung selama empat bulan," ujar Ahmad Nuralam di Mataram.
Museum NTB menjadi salah satu penerima program revitalisasi nasional bersama Taman Budaya NTB, Istana Dalam Loka, serta sejumlah situs cagar budaya di Pulau Sumbawa. Program ini menjadi pembaruan besar pertama sejak tahun 2010, ketika Museum NTB terakhir kali memperoleh pengadaan vitrin atau lemari pajangan koleksi.
Menurut Ahmad Nuralam, selama proses renovasi berlangsung masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan menikmati koleksi bersejarah yang dimiliki Museum NTB.
"Kami alihkan pameran tetap ke ruang pameran temporer, sehingga masyarakat bisa melihat berbagai koleksi artefak yang kami miliki sembari revitalisasi terus berjalan," jelasnya.
Revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan dan ruang pameran, tetapi juga menghadirkan pembaruan menyeluruh terhadap konsep penyajian koleksi. Penataan ulang artefak akan dipadukan dengan sistem pencahayaan yang lebih modern serta pengembangan storyline dan storytelling yang dirancang agar lebih komunikatif, edukatif, dan menarik bagi seluruh kalangan.
Melalui konsep baru tersebut, Museum NTB akan menghadirkan perjalanan sejarah yang tersusun secara kronologis dan komprehensif. Pengunjung nantinya dapat menelusuri jejak peradaban mulai dari masa pra-Islam, era Hindu-Buddha, perkembangan Islam di Nusantara, kehidupan etnografi masyarakat NTB, teknologi tradisional, hingga sejarah perdagangan internasional yang memperlihatkan hubungan masyarakat NTB dengan berbagai kawasan dunia sejak masa lampau.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar sejarah, khususnya bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat.
Selain memperkuat fungsi edukasi, revitalisasi Museum NTB juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis sejarah dan kebudayaan. Museum diharapkan menjadi ruang publik yang lebih hidup, interaktif, dan mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal warisan budaya daerahnya.
Ahmad Nuralam optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga wajah baru Museum Negeri NTB dapat diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 17 Desember 2026.
"Dengan revitalisasi ini, kami berharap Museum NTB menjadi semakin representatif, modern, dan mampu memberikan pengalaman belajar sejarah serta budaya yang lebih menarik bagi masyarakat maupun wisatawan," pungkasnya.
Revitalisasi Museum Negeri NTB menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta budaya Nusantara kepada generasi masa kini dan masa depan. Dengan konsep penyajian yang lebih modern, museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang inspiratif, inovatif, dan membanggakan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat maupun Indonesia secara keseluruhan. (H A)






