Respons Cepat Sat Polairud, SAR, dan TNI AL Selamatkan 44 Penumpang, Termasuk 29 Wisatawan Mancanegara
XPOSETV – Media Arah Baru Terpercaya
XPOSETV//Bima, NTB – Sinergi dan respons cepat aparat gabungan kembali membuktikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat. Seluruh penumpang dan awak Kapal Motor (KM) Armada Mulia yang mengalami kecelakaan laut di perairan Sanggar, Kabupaten Bima, pada Kamis malam (17/07/2026), berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa menimbulkan korban jiwa. Sabtu (18/07/026)
Operasi penyelamatan yang berlangsung dramatis tersebut melibatkan personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima, Sat Polairud Polres Bima Kota, Pos SAR Bima, serta Pos TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang bergerak cepat begitu menerima informasi mengenai insiden kecelakaan kapal wisata tersebut.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.I.K., menjelaskan bahwa KM Armada Mulia saat kejadian mengangkut sebanyak 44 orang, terdiri dari 8 kru kapal dan 36 penumpang.
Dari total penumpang tersebut, 7 orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), sedangkan 29 orang lainnya merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang sedang melakukan perjalanan wisata di wilayah perairan Bima.
"Begitu menerima informasi, personel Sat Polairud Bima dan Sat Polairud Bima Kota langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Bima dan Pos TNI AL untuk melaksanakan proses evakuasi," ujar Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola.
Dalam proses penyelamatan, tim gabungan juga mendapat dukungan dari dua kapal yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian, yakni KM Majestic dan KM Sultan. Kedua kapal tersebut turut membantu proses pemindahan penumpang dari KM Armada Mulia menuju lokasi yang aman sebelum seluruh korban dievakuasi ke Pelabuhan Bima.
Kolaborasi yang solid antara aparat penegak hukum, unsur SAR, TNI AL, serta bantuan dari kapal sipil tersebut membuat proses evakuasi berjalan dengan cepat, tertib, dan aman meski dilakukan pada malam hari di tengah kondisi laut yang menantang.
"Tim gabungan bersama-sama melakukan evakuasi. Alhamdulillah seluruh penumpang dan kru berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun KM Armada Mulia mengalami kerugian materi," jelas Boyke.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di wilayah perairan Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, Polda NTB turut memberikan apresiasi kepada nahkoda beserta awak KM Majestic dan KM Sultan yang dengan sigap membantu proses penyelamatan sehingga seluruh penumpang dapat dievakuasi dalam keadaan selamat.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh operator kapal wisata agar senantiasa mengutamakan aspek keselamatan pelayaran, memastikan kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta mematuhi prosedur pelayaran sesuai standar yang berlaku.
Di sisi lain, koordinasi yang cepat antar instansi terbukti menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko serta memastikan penanganan keadaan darurat di laut berlangsung efektif.
Dengan tidak adanya korban jiwa dalam insiden tersebut, keberhasilan operasi evakuasi KM Armada Mulia menjadi contoh nyata kuatnya sinergi antara Polri, Basarnas, TNI AL, serta masyarakat maritim dalam menjaga keselamatan pelayaran dan memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke wilayah perairan NTB. (H A)
Narsum: Bidang Humas Polda NTB.






