Aisyah Balita Asal Gorontalo yang Berjuang Mendengar Divonis Tuli Sejak 7 Bulan Butuh Rp300 Juta untuk Implan Koklea

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Aisyah Balita Asal Gorontalo yang Berjuang Mendengar Divonis Tuli Sejak 7 Bulan Butuh Rp300 Juta untuk Implan Koklea

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-14T07:55:58Z





GORONTALO,XPOSETV.Live-- Tangis haru tak terbendung saat seorang ibu mengetahui buah hatinya tak bisa mendengar dunia. Itulah yang dialami keluarga kecil Devi Kurnia Yusuf, orang tua dari Aisyah, balita yang divonis mengalami tuli bilateral berat di kedua telinganya.

Kisah ini bermula dari kejelian sang ayah. Di usia 7 bulan, Aisyah mulai menunjukkan gelagat yang berbeda. Saat namanya dipanggil, ia tak merespon. Saat ada suara keras, ia tak kaget seperti bayi pada umumnya.

"Yang sadar duluan itu suami. Mengapa disaat namanya dipanggil tidak merespon, mengapa setiap ada benda atau suara besar tidak kaget," ungkap Devi, ibu Aisyah.

Awalnya sang ibu sempat menyangkal. "Ah tidak, mungkin anak Aisyah tidak dengar," pikirnya. Hingga akhirnya ia mencoba membanting pintu dan membanting kaleng di samping Aisyah. Tak ada respon sama sekali. Saat itulah hati seorang ibu hancur, menyadari putri cantiknya tidak bisa mendengar.

Perjuangan mencari kepastian pun dimulai. Dari Puskesmas, mereka dirujuk ke Dokter Anak di RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe. Dari sana, mereka diarahkan ke Poli THT. Namun harapan sempat pupus karena alat pemeriksaan pendengaran lengkap belum tersedia di Gorontalo.

"Alat pemeriksaan untuk cek dia tuli atau tidak itu belum ada di Gorontalo, kecuali di Manado," kata perawat yang melayani mereka saat itu.

Berkat informasi dari teman suami, mereka kemudian bertemu dengan dokter Helen di Rumah Sakit Toto. Dokter Helen memeriksa Aisyah dan menemukan adanya masalah di kedua telinganya yang tidak merespon bunyi sama sekali.

Demi memastikan tingkat ketuliannya, Aisyah harus menjalani pemeriksaan BERA / cek ambang dengar. Pemeriksaan itu hanya bisa dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.

Momen paling berat bagi Devi adalah saat melihat Aisyah harus dipasangi alat-alat di kepala dan telinganya, bahkan harus dibius.

"Selama hampir 1 jam lebih di dalam, hati saya tidak tenang sekali. Sampai lupa dokumentasi karena hanya fokus ke Aisyah," kenangnya.

Hasilnya membuat sesak. Ambang dengar Aisyah berada di angka 100/110 desibel, yang artinya tuli sangat berat atau profound.

Dokter di Manado masih memberi secercah harapan dengan mencoba Alat Bantu Dengar (ABD). Namun saat dicoba, Aisyah tetap tidak merespon. Satu-satunya jalan adalah operasi Implan Koklea.

Namun biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Untuk satu telinga saja, biayanya mencapai Rp 300 jutaan.

"Patah hati, tapi beruntung Dokter Helen selalu memberi semangat sampai Dokter Helen kasih gabung di grup mama-mama hebat di Gorontalo yang memiliki anak seperti Aisyah. Beberapa dari mereka sudah pakai implan dan sekarang sudah mulai lancar bicara," tutur Devi.

Sejak divonis, orang tua Aisyah sempat maju mundur untuk membuka donasi karena takut dianggap meminta-minta. Namun demi kesembuhan putrinya, mereka memberanikan diri menghubungi Zainudin Hadjarati yang akrab disapa Ka Kuhu untuk membantu membagikan open donasi.

Alhamdulillah, kepedulian masyarakat Gorontalo begitu besar. Hingga saat ini donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 73 juta dan akan digunakan sebagai DP untuk operasi Aisyah yang rencananya akan dilakukan di Jakarta.

Menurut keterangan dokter, kemungkinan besar disebabkan oleh riwayat Kuning atau Hyperbilirubin saat baru lahir. Saat itu, Aisyah mengalami kuning selama satu minggu di rumah karena orang tua mengira tidak apa-apa.

"Ternyata sampai kuningnya belum hilang-hilang baru saya bawa ke dokter. Bilirubin Aisyah sampai di angka 16-20 dan sempat dirawat 4 hari di RS masuk NICU. Dari habis keluar RS ternyata saya baru sadar dia tidak bisa mendengar," jelas Devi.

Padahal kakak-kakak dan adik Aisyah lainnya Alhamdulillah lahir normal dan sehat.

Kini, keluarga Aisyah hanya berharap keajaiban dan uluran tangan dari para dermawan agar Aisyah bisa segera mendengar dan berbicara seperti anak-anak lainnya.

"Semoga Allah memudahkan Aisyah agar bisa segera rampung dananya dan bisa segera ditangani," harap Devi.

Bagi masyarakat yang ingin membantu perjuangan Aisyah untuk bisa mendengar, dapat menyalurkan donasi melalui.


Rekening BSI, 7234173779

Atas Nama,Devi Kurnia Yusuf

Konfirmasi Bukti Transfer 0822-3176-5264(Stevani)

×
Berita Terbaru Update