xposeTV.live // Malang – Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, mendadak jadi sorotan tajam warga. Dugaan ketidaktransparanan mencuat setelah dana penyertaan modal dari kas desa senilai Rp213.000.000,- dikabarkan telah cair, namun laporan keuangan serta tertib administrasinya disinyalir gelap gulita selama lebih dari satu tahun.
Aroma kejanggalan ini dibongkar langsung oleh Bahron Efendi, warga Dusun Wonokitri, Desa Wonoagung, pada Kamis (31/7/2026).
Berdasarkan data dan dokumen bukti transfer yang dihimpun tim redaksi, alokasi dana penyertaan modal BUMDes tersebut bersumber resmi dari Rekening Desa Wonoagung (No. 163200****) yang ditransfer langsung ke Rekening BUMDES MAJU SEJAHTERA (No. 163332****).
Transaksi bernilai fantastis sebesar Rp213.000.000,00 (Dua Ratus Tiga Belas Juta Rupiah) tersebut tercatat telah berhasil dengan status Terkirim pada 25 Agustus lalu.
"Alhamdulillah pihak desa kooperatif menyambut baik dan langsung memberikan data. Memang benar dan valid bahwa dana dari desa sudah masuk secara resmi ke BUMDes," terang Bahron.
Namun, keanehan mulai menyeruak saat Bahron melakukan konfirmasi kepada Bendahara BUMDes Maju Sejahtera, Nanda. Meski mengakui penerimaan dana awal dari desa, Nanda justru melontarkan jawaban membingungkan saat ditanya perihal sisa saldo kas yang tersisa saat ini.
"Saya tanyakan lagi berapa sisa saldo hari ini. Jawab bendahara: 'Saya lupa'. Ini kan aneh," cetus Bahron heran.
Tak berhenti di situ, saat dimintai keterbukaan berupa cetak rekening koran, bendahara berdalih bahwa seluruh berkas berada di tangan Direktur/Ketua BUMDes.
"Katanya dokumen ada di bawah ketua. Waktu saya tanya estimasi saldo di rekening, dia jawab: 'Maaf saya tidak tahu karena belum totalan. Kan sudah jadi brambang (bawang merah). Habis panen belum totalan, masih tahap pekerjaan,'" tutur Bahron menirukan alibi sang bendahara.
Kejanggalan BUMDes Maju Sejahtera kian menguat lantaran adanya ketidaksesuaian (mismatch) unit usaha yang dijalankan:
Sektor Resmi (Dokumen Desa): BUMDes terdaftar bergerak di Bidang Pertokoan.
Realitas Lapangan (Keterangan Bendahara): Anggaran dialokasikan ke Bidang Pertanian (Bawang Merah).
"Ini jelas acak-acakan dan tidak sinkron dengan dokumen resmi di desa," tegas Bahron.
Lebih parahnya lagi, manajemen BUMDes diketahui mangkrak tidak memberikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) maupun laporan perkembangan usaha kepada Pemerintah Desa Wonoagung selama lebih dari satu tahun.
Melihat uang publik ratusan juta rupiah terkesan dikelola secara amatiran tanpa akuntabilitas yang jelas, warga mendesak aparat Pemdes Wonoagung, Camat Tirtoyudo, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang untuk segera mengambil tindakan tegas.
"BUMDes ini pakai uang rakyat, modal Rp213 juta itu bukan angka yang sedikit! Kalau satu tahun lebih tidak ada laporan dan administrasinya ugal-ugalan seperti ini, kami minta pihak berwenang segera mengaudit BUMDes Maju Sejahtera!" pungkas Bahron menegaskan.
Hingga berita ini diunggah, Bendahara Nanda maupun Direktur BUMDes Maju Sejahtera Desa Wonoagung belum memberikan konfirmasi resmi terkait tuntutan transparansi warga tersebut. Bersambung... (Tem/hsn)






