Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumbawa Sahruddin Sandy LB menegaskan komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat melalui penguatan ekonomi, pemerataan infrastruktur, peningkatan SDM, politik bersih, dan pelestarian budaya.
XPOSETV//Mataram, NTB – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi kerakyatan serta menghadirkan politik yang berpihak kepada masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah lima tahun ke depan. Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumbawa, Sahruddin Sandy LB, pada Sabtu (1/8/2026), sebagai bagian dari arah perjuangan politik partai dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sumbawa. Sabtu (01/08/2026)
Sahruddin Sandy LB menegaskan bahwa politik harus kembali kepada esensinya, yakni menjadi alat perjuangan rakyat. Menurutnya, partai politik tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu, tetapi harus terus berada di tengah masyarakat untuk mendengar, melayani, dan memperjuangkan kepentingan warga hingga ke tingkat desa.
DPC HANURA KABUPATEN SUMBAWA KOMITMEN PERKUAT EKONOMI KERAKYATAN DAN POLITIK MELAYANIIa menilai Kabupaten Sumbawa masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar yang memerlukan perhatian serius. Di antaranya adalah belum stabilnya harga komoditas pertanian dan peternakan, belum meratanya akses pendidikan dan layanan kesehatan di wilayah pelosok, terbatasnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda, hingga tingginya biaya distribusi dan logistik yang berdampak terhadap daya saing ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Sumbawa memiliki potensi besar yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi tersebut meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, hingga energi yang diyakini mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, DPC Hanura Kabupaten Sumbawa menetapkan lima agenda perjuangan utama sebagai arah kebijakan politik dan pengabdian kepada masyarakat.
Agenda pertama adalah penguatan ekonomi kerakyata. Hanura Sumbawa berkomitmen memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada petani, peternak, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah tersebut meliputi pengawalan penyaluran subsidi agar tepat sasaran, pembangunan fasilitas pengolahan hasil pertanian dan perikanan, serta memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha di pedesaan.
Agenda kedua adalah pemerataan pembangunan infrastruktur. Menurut Hanura, pembangunan jalan, pelabuhan, jaringan listrik, serta akses internet harus menjangkau seluruh kecamatan sehingga mampu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Agenda ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). DPC Hanura Kabupaten Sumbawa mendorong peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, memperluas pelatihan keterampilan dan pendidikan vokasi, serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi agar generasi muda menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.
Agenda keempat adalah mewujudkan politik yang bersih dan melayani, Hanura menegaskan penolakannya terhadap praktik politik uang maupun politik transaksional. Seluruh kader diwajibkan aktif turun ke masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, serta mengawal kebijakan pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
Sementara agenda kelima adalah pelestarian budaya dan penguatan kebhinekaan. Hanura memandang budaya Samawa sebagai aset penting daerah yang harus terus dijaga. Dukungan terhadap kegiatan seni, adat, dan budaya diyakini tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Sahruddin Sandy LB menegaskan bahwa Hanura Kabupaten Sumbawa memilih membangun kepercayaan masyarakat melalui politik kerja, bukan sekadar janji politik.
"Hanura Sumbawa memilih jalan politik kerja. Tidak ada janji yang berlebihan, yang ada adalah kerja nyata bersama masyarakat. Partai harus menjadi jembatan antara negara dan rakyat, bukan sebaliknya," tegasnya.
Melalui komitmen tersebut, DPC Hanura Kabupaten Sumbawa juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, akademisi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda untuk bersama-sama mengawal pembangunan daerah secara partisipatif.
Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari desa, pasar, kawasan pesisir, hingga lingkungan pendidikan sebagai pusat tumbuhnya ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.
Momentum peringatan **81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia** juga dijadikan refleksi bahwa pembangunan nasional harus bertumpu pada kekuatan daerah. Hanura meyakini, apabila desa semakin maju dan masyarakat Sumbawa semakin sejahtera, maka cita-cita Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat akan semakin mudah diwujudkan.
Dengan mengusung semangat politik yang melayani dan berpihak kepada kepentingan rakyat, DPC Hanura Kabupaten Sumbawa berharap dapat menjadi mitra strategis masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga. (H A)







