XPOSETV//Mataram, NTB – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BAPILU) DPD Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sutan G. Diraksa, SE, mengajak seluruh kader partai dan masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai titik awal memperkuat komitmen membangun politik yang bersih, bermartabat, konstitusional, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurut Sutan, tema HUT RI ke-81, "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", bukan sekadar slogan seremonial, melainkan menjadi pedoman bagi seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik, dalam menjalankan peran demokrasi secara bertanggung jawab.
"Atas nama BAPILU DPD Hanura NTB, kami mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Tema besar tahun ini harus menjadi kompas bagi kita semua, termasuk dalam berpolitik. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, politik yang sehat, dan keberpihakan kepada rakyat," ujar Sutan di Mataram, Sabtu (15/8/2026).
Politik Harus Menjadi Jalan Pengabdian
Sutan menegaskan, memasuki usia kemerdekaan ke-81, paradigma politik harus berubah. Politik tidak lagi boleh dipandang semata sebagai arena perebutan kekuasaan, melainkan sebagai instrumen pengabdian untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ketahanan pangan.
Ia menjelaskan, BAPILU Hanura NTB tidak hanya bertugas menyiapkan strategi memenangkan pemilu, tetapi juga memastikan seluruh kader hadir di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkannya menjadi kebijakan yang bermanfaat.
"BAPILU hadir bukan sekadar membangun mesin pemenangan. Tugas kami memastikan kader Hanura turun langsung mendengar suara rakyat dan membawa aspirasi itu menjadi solusi. Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya," tegasnya.
Konsolidasi Dini Menuju Pemilu 2029
Menghadapi Pemilu 2029, DPD Hanura NTB disebut telah memulai konsolidasi organisasi secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada penguatan struktur partai mulai dari tingkat DPC hingga DPRt di seluruh kabupaten/kota di NTB, pemetaan daerah pemilihan (dapil), serta rekrutmen bakal calon legislatif yang memiliki rekam jejak pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Sutan, Hanura NTB berkomitmen menghadirkan kader-kader yang bersih, berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta memahami kebutuhan masyarakat di akar rumput.
"Kami tidak mencari pencitraan sesaat. Hanura mencari orang-orang yang mau bekerja untuk rakyat. Menang dalam pemilu penting, tetapi menang dengan cara yang bermartabat jauh lebih penting," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Hanura NTB akan mengedepankan budaya politik santun, dialogis, dan menghindari praktik saling menjatuhkan yang dapat merusak kualitas demokrasi.
Perempuan dan Anak Muda Jadi Prioritas
Dalam kesempatan tersebut, Sutan turut menyoroti pentingnya regenerasi politik melalui keterlibatan perempuan dan generasi muda. Ia menargetkan komposisi calon legislatif Hanura NTB pada Pemilu 2029 terdiri atas 30 persen perempuan dan 25 persen anak muda.
Menurutnya, pembangunan daerah maupun nasional membutuhkan ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berinovasi serta perempuan untuk tampil sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan.
"Indonesia akan maju apabila anak mudanya diberi kesempatan. NTB juga akan semakin berkembang jika perempuan memperoleh kepercayaan memimpin. Kuota itu bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi harus diisi oleh kader yang benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian," ujarnya.
Apresiasi untuk Para Pejuang Kemerdekaan Masa Kini
Momentum HUT RI ke-81 juga dimanfaatkan Ketua BAPILU DPD Hanura NTB untuk menyampaikan penghormatan kepada para pendiri bangsa dan seluruh elemen masyarakat yang dinilai menjadi pejuang Indonesia masa kini.
Penghargaan tersebut diberikan kepada para guru, tenaga kesehatan, petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga seluruh masyarakat yang terus bekerja dan berkarya demi menjaga ketahanan bangsa dari berbagai sektor.
"Mereka adalah pahlawan hari ini. Dari sawah, ruang kelas, puskesmas, hingga pasar tradisional, mereka menjadi kekuatan yang menjaga Indonesia tetap berdiri. Semangat mereka harus menjadi teladan bagi seluruh kader Hanura," ungkapnya.
Ajak Jadikan Agustus Sebagai Bulan Pengabdian
Menutup pernyataannya, Sutan G. Diraksa mengajak seluruh pengurus, kader, dan simpatisan Hanura di 10 kabupaten/kota se-Provinsi NTB menjadikan bulan Agustus sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata, pelayanan publik, dan politik yang bermartabat.
Ia berharap semangat kemerdekaan mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas demokrasi, serta melahirkan kepemimpinan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Mari kita isi kemerdekaan ini dengan prestasi, bukan perpecahan. Dengan politik yang sehat, bersih, dan bermartabat, kita dapat menghadirkan NTB yang lebih maju serta Indonesia yang semakin berdaulat dan sejahtera. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!" tutup Sutan G. Diraksa, SE, Ketua BAPILU DPD Partai Hanura Provinsi NTB.
(H A)






