Muktamar NU ke-35, Babak Baru Perjalanan Nahdlatul Ulama

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Muktamar NU ke-35, Babak Baru Perjalanan Nahdlatul Ulama

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-31T10:23:42Z

 

Foto : Praktisi Hukum Akh. Sofi Ubaidillah
xposeTV.live // Malang - Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut. Selain menjadi ruang konsolidasi organisasi, Muktamar diharapkan dapat menjadi titik evaluasi sekaligus peneguhan kembali arah perjuangan NU dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Praktisi Hukum Akh. Sofi Ubaidillah menilai, Muktamar NU ke-35 seharusnya menjadi momentum bagi seluruh elemen NU untuk kembali mengingat asal-usul dan tujuan awal berdirinya organisasi.

Menurutnya, NU perlu kembali kepada khittah sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi, sehingga NU dapat tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh warga Nahdliyin serta masyarakat secara luas.

“NU saat ini harus kembali kepada asal dan tujuan berdirinya. Artinya, NU harus kembali kepada khittah, menjadi rumah bersama, menjaga tradisi serta menjalankan amanah para muassis,” ujar Akh. Sofi Ubaidillah.

Ia menegaskan bahwa amanah para pendiri NU tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan organisasi, tetapi juga bagaimana NU mampu memberikan manfaat nyata bagi umat dan kehidupan berbangsa serta bernegara.

Menurutnya, semangat berkhidmah dan berdakwah untuk kemaslahatan umat harus tetap menjadi pijakan utama NU. Di tengah perubahan sosial, politik, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, NU dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kerukunan masyarakat.

“Berhikmad dan berdakwah untuk kemaslahatan umat harus menjadi bagian penting dari perjalanan NU. Di saat yang sama, NU juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan persatuan seluruh umat dalam kehidupan bernegara,” lanjutnya.

Akh. Sofi Ubaidillah juga berharap Muktamar NU ke-35 tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan organisatoris, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan langkah strategis yang dapat menjawab kebutuhan umat dan masyarakat.

Menurutnya, NU memiliki sejarah panjang dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus mengambil peran dalam perjalanan bangsa Indonesia. Karena itu, semangat tersebut perlu terus dirawat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para muassis.

Muktamar, lanjutnya, harus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan berbagai pandangan, serta membangun kembali semangat kebersamaan di antara seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

“Harapannya, Muktamar menjadi babak baru perjalanan NU yang semakin kuat dalam khidmah, dakwah, menjaga tradisi, serta menjadi perekat persatuan dan kerukunan umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Dengan semangat kembali kepada khittah dan amanah para pendiri, Muktamar NU ke-35 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat jati diri NU sekaligus meneguhkan kontribusinya bagi kemaslahatan umat, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

×
Berita Terbaru Update