Potret Nyata Pengayom Masyarakat: Bripka Agus Salim, Polisi di Lombok Timur yang Rela Gunakan Uang dan Ambulans Pribadi demi Bantu Warga Terlantar

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Potret Nyata Pengayom Masyarakat: Bripka Agus Salim, Polisi di Lombok Timur yang Rela Gunakan Uang dan Ambulans Pribadi demi Bantu Warga Terlantar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | Agustus 22, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-22T09:18:58Z



XPOSETV//Lombok Timur, NTB — Nama Bripka Agus Salim mungkin tak sering menghiasi panggung hiburan atau konstelasi politik nasional. Namun, bagi masyarakat di wilayah hukum Polsek Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sosok anggota Polri ini hadir bagaikan secercah harapan di tengah keterpurukan. Sabtu (22/082026)


Sejak awal tahun 2026, Bripka Agus Salim secara konsisten melampaui tugas pokoknya sebagai penegak hukum. Tanpa memungut biaya sepeser pun dan tulus tanpa pamrih, ia turun langsung merawat orang sakit tanpa keluarga, membantu perantau terlantar, mengevakuasi ODGJ, hingga memimpin dan membiayai pemakaman warga miskin secara layak.


Uluran Tangan untuk Para Perantau

Kisah kepedulian Bripka Agus Salim mulai ramai diperbincangkan sejak Maret 2026. Kala itu, seorang penjual pentol bakso keliling asal Jawa Tengah bernama Abdurrahim mendatangi Polsek Pringgabaya dalam kondisi kritis. Gerobak dagangannya mengalami kecelakaan hebat hingga kuah bakso mendidih menyiram separuh tubuhnya.


Mengetahui korban tak memiliki sanak saudara di Lombok, Bripka Agus langsung membawa Abdurrahim ke RSUD Selong dan mendampinginya selama dua minggu. Saat korban akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka bakar parah, Bripka Agus tak lepas tangan. Ia mengurus administrasi kematian, memimpin pemakaman, mengikuti takziah hingga hari kesembilan, bahkan membelikan seekor kambing untuk mengaqiqahkan almarhum yang belum sempat diaqiqahkan sewaktu hidup.


Aksi kemanusiaan ini berlanjut saat ia mendapat laporan tentang Zaenudin, perantau asal Sumbawa Besar yang menderita pembengkakan jantung di Puskesmas Labuan Lombok. Meski kondisi fisiknya sendiri sedang kurang fit, Bripka Agus tetap mengurus rujukan Zaenudin ke RSUD Selong dan menyewa pendamping khusus untuk merawatnya. Ketika Zaenudin meninggal dunia usai 12 hari perawatan, Bripka Agus kembali menanggung biaya serta proses pemakaman hingga tuntas bersama warga setempat.


Fasilitas Pribadi demi Misi Kemanusiaan

Aksi Bripka Agus Salim bukanlah sekadar insiden sekali-dua kali. Hampir setiap minggu, ia secara sukarela mengantar warga sakit ke RSUD Selong maupun RSUP Mataram menggunakan ambulans milik pribadinya tanpa dipungut biaya transportasi.


Selain itu, Bripka Agus kerap terlibat dalam penanganan sosial lainnya:

  • Evakuasi ODGJ: Membawa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar di jalanan ke RS Mutiara Sukma Mataram, serta mengantar mereka kembali ke keluarga jika alamatnya diketahui.
  • Bantuan Ongkos Perantau: Memberikan uang dari kantong pribadinya kepada para perantau yang kehabisan bekal agar bisa pulang ke kampung halaman di Pulau Jawa maupun Pulau Sumbawa.

 

"Pak Agus itu sudah seperti saudara. Kalau ada orang susah, orang sakit, atau meninggal tidak ada keluarganya, pasti beliau yang duluan bergerak," tutur salah seorang warga Pringgabaya penuh haru.

 

Apresiasi dan Keteladanan

Kepemimpinan dan dedikasi Bripka Agus Salim mendapat apresiasi tinggi dari Kapolsek Pringgabaya. Pihak kepolisian berharap aksi nyata ini menjadi inspirasi bagi anggota Polri lainnya, membuktikan bahwa tugas kepolisian tidak hanya terbatas di balik meja atau lembar dokumen, melainkan hadir langsung menyentuh hati masyarakat yang paling membutuhkan.


Di tengah berbagai dinamika tugas kepolisian, Bripka Agus Salim telah membuktikan bahwa empati dan hati nurani adalah fondasi utama dalam mengayomi dan melindungi masyarakat. Bagi warga terlantar di Lombok Timur, kehadirannya adalah bukti nyata bahwa mereka tidak pernah sendiri.

(H A)

×
Berita Terbaru Update