MAKASSAR, Sulawesi Selatan — Meningkatnya fenomena balap liar atau gank motor dan perkelahian antar kelompok pemuda di Kota Makassar memicu keprihatinan mendalam. Ir. Zulkifly HIM, SH, MH, Ketua WIN 88 Humas Mobil Politeknik Kota Makassar, menyampaikan pernyataan tegas sekaligus keprihatinannya atas situasi yang dinilai semakin tidak aman dan tidak kondusif.
"Maraknya gank motor semakin berani, tawuran antar gang pemuda, tawuran antar warga. Ini bukan lagi kenakalan remaja. Ini sudah kejahatan jalanan," tegas Zulkifly dalam pernyataannya, Jumat (06/11/2026).
Dijelaskannya, dampak dari ketidakamanan ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Warga Makassar, takut pulang malam, orang tua gelisah menunggu anak, dan pedagang terpaksa lebih cepat menutup usahanya karena takut menjadi korban. "Ini tidak boleh kita biarkan menjadi budaya baru Makassar," ujarnya.
Desak Operasi Gabungan dan Penindakan Tegas
Pertama, pihaknya meminta aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, untuk turun tangan secara tegas dan menyeluruh. "Jangan hanya patroli lewat. Lakukan operasi gabungan, sisir titik-titik rawan: Flyover, Pettarani, Perintis, Jalan Abu Bakar Lambogo, dan pinggiran jalan yang kerap terjadi tawuran," imbau Zulkifly.
Pelaku harus ditangkap dan diproses hukum tanpa pandang bulu. "Jangan dilepas hanya karena masih di bawah umur. Jika tidak ditindak tegas hari ini, besok mereka akan semakin beringas," tambahnya. WIN 88 menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang terukur dan sesuai hukum.
Kritik Penggusuran Tanpa Solusi
Kedua, Zulkifly menyoroti kelalaian Pemerintah Kota Makassar. Ia menuding kebijakan penggusuran pedagang kaki lima tanpa solusi jelas ikut berkontribusi pada munculnya masalah sosial ini.
"Penggusuran tanpa relokasi, tanpa dialog, tanpa solusi — itu bukan penertiban. Itu penciptaan masalah baru," jelasnya. Lapangan kerja hilang, orang tua kehilangan penghasilan, anak-anak frustrasi dan tanpa kegiatan, akhirnya lari ke jalanan dan terlibat game motor.
"Jangan hanya sibuk mempercantik kota, tapi warganya semakin terpinggirkan. Pemerintah Kota Makassar harus bercermin," tegasnya.
Tiga Harapan untuk Makassar yang Lebih Aman
Zulkifly mengajukan tiga poin solutif: pertama, Polri, TNI, dan Pemerintah Kota duduk bersama membentuk posko bersama penanganan game motor dan tawuran. Kedua, hentikan penggusuran tanpa solusi; siapkan tempat relokasi yang layak, berikan modal dan pembinaan terlebih dahulu sebelum melakukan penertiban. Ketiga, libatkan tokoh masyarakat, orang tua, dan lembaga seperti WIN 88 sebagai jembatan sekaligus mitra dalam sosialisasi ke sekolah dan tempat berkumpul pemuda.
Ia juga mengingatkan seluruh orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak dan memberikan pendidikan agama yang baik. Zulkifly menutup dengan pesan yang menyentuh: "Tegas untuk pelaku kejahatan, tapi adil untuk rakyat kecil. Itu baru namanya Makassar yang bermartabat."









Tidak ada komentar:
Posting Komentar