XPOSETV//Mataram, NTB – Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan silaturahmi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bawaslu NTB. Senin (13/07/2026)
Pertemuan berlangsung di Kantor DPD Hanura
NTB, Mataram, dan dihadiri Ketua DPD Hanura NTB Ahmad Dahlan, S.Sos “Bang Leo”, jajaran pengurus DPD, serta seluruh Ketua DPC Hanura dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Salah satunya Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumbawa, Sahruddin Sandy LB.
NTB, Mataram, dan dihadiri Ketua DPD Hanura NTB Ahmad Dahlan, S.Sos “Bang Leo”, jajaran pengurus DPD, serta seluruh Ketua DPC Hanura dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Salah satunya Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumbawa, Sahruddin Sandy LB.
Dalam sambutannya, Bang Leo menyampaikan perkembangan organisasi Hanura NTB saat ini.
"Alhamdulillah, untuk struktur DPC di sepuluh kabupaten kota se-NTB sudah 100% terbentuk. Untuk PAC saat ini sudah mencapai 70 sampai 80 persen. Ini modal kita untuk bergerak lebih cepat," ujar Bang Leo.
Bang Leo juga memperkenalkan identitas baru Partai Hanura.
"Mulai sekarang Hanura punya logo baru yaitu Singa. Singa yang punya hati nurani. Artinya kita kuat, berani, tapi tetap punya hati untuk rakyat. Itu semangat Hanura ke depan," tegasnya.
Terkait pemilu, Bang Leo menegaskan komitmen Hanura NTB untuk menjadi partai politik yang taat aturan dan beretika.
"Hanura NTB siap menjadi contoh dalam berpolitik yang santun. Kami menolak politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian. Kita ingin berkontestasi dengan ide, gagasan, dan program untuk kemajuan NTB," katanya.
Hadir dalam silaturahmi ini Komisioner Bawaslu NTB Itratip bersama jajaran Komisioner lainnya: Suhardi Koordinator Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Basri Koordinator Divisi Pencegahan, Saifuddin, Umar, dan segenap jajaran Bawaslu NTB.
Dalam sambutannya, Komisioner Bawaslu NTB Itratip mengapresiasi kesiapan Hanura NTB.
"Alhamdulillah Hanura NTB sudah cukup lengkap strukturnya. Kami juga mencatat Partai Hanura sudah mengikuti perpak administrasi dengan baik. Ini penting agar partai siap menghadapi setiap tahapan pemilu," ujar Itratip.
Itratip kemudian menyampaikan beberapa catatan penting untuk kelengkapan administrasi partai politik:
Pertama, keterwakilan perempuan harus dipenuhi minimal 30% di dalam struktur partai, mulai dari DPD sampai PAC.
Kedua, tidak boleh ada keanggotaan ganda. Anggota partai Hanura tidak boleh terdaftar juga di partai lain.
Ketiga, tidak boleh ada anggota partai lain yang masuk dalam struktur kepengurusan Partai Hanura.
Keempat, alamat kantor DPD harus memiliki alamat lengkap dan tetap. Semua data administrasi harus lengkap dan sesuai aturan.
"Kami berharap Hanura bisa menjadi partai yang aktif melakukan pendidikan politik, mencegah pelanggaran, dan ikut mengawasi agar pemilu berjalan damai, jujur, dan bermartabat," tegas Itratip.
Koordinator Divisi Hukum Bawaslu NTB Suhardi juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa. Sementara Koordinator Divisi Pencegahan Basri menyoroti peran partai dalam mencegah politik uang dan penyebaran hoaks.
Silaturahmi ini juga membahas isu strategis: pencegahan politik uang, pengawasan tahapan, penanganan hoaks, hingga peningkatan partisipasi pemilih pemula di NTB.
"Kami dan Bawaslu punya tujuan yang sama, yaitu menjaga demokrasi NTB tetap sehat. Mari kita jaga bersama agar pemilu menjadi ruang untuk memajukan daerah, bukan untuk memecah belah," pungkas Bang Leo.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama antara pengurus DPD Hanura NTB, Ketua DPC se-NTB, dan jajaran Bawaslu NTB. (H A)






