Hari Pertama Muaythai Porprov NTB 2026 Berlangsung Aman, Sportif, dan Jadi Contoh Semangat Persaudaraan

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hari Pertama Muaythai Porprov NTB 2026 Berlangsung Aman, Sportif, dan Jadi Contoh Semangat Persaudaraan

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-07-20T11:45:40Z

Ratusan Atlet dari 10 Kabupaten/Kota Tampil Maksimal, MI NTB Tegaskan Sportivitas dan Karakter Lebih Berharga dari Sekadar Medali


XPOSETV // Mataram, NTB – Cabang olahraga Muaythai pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XI Tahun 2026 resmi menggelar pertandingan hari pertama babak kualifikasi di Kota Mataram, Senin (20/07). Jalannya pertandingan berlangsung aman, tertib, penuh semangat, serta menjadi gambaran nyata bahwa olahraga beladiri tidak hanya mengedepankan kemampuan bertarung, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, dan karakter. Senin (20/07/2026)


Sejak pagi hingga pertandingan berakhir, ratusan atlet dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat tampil penuh semangat demi mengharumkan nama daerah masing-masing. Meski persaingan berlangsung ketat di atas ring, suasana tetap kondusif dengan sikap saling menghormati yang ditunjukkan oleh seluruh atlet, pelatih, official, maupun suporter.


Atmosfer pertandingan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh olahraga daerah. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rapik, hadir langsung memberikan dukungan kepada para atlet yang berlaga. Kehadirannya menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pembinaan olahraga prestasi di NTB.


Ketua Muaythai Indonesia (MI) NTB, Eddy Sophiaan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, perangkat pertandingan, aparat keamanan, pelatih, official, dan atlet yang telah menjaga suasana kompetisi tetap aman dan sportif.


"Di hari pertama pertandingan Muaythai NTB di ajang Porprov NTB 2026 ini berlangsung dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kita jadikan pertandingan Muaythai ini menjadi contoh bagi cabang olahraga lainnya bahwa kita tetap damai dan sportif," ujar Eddy Sophiaan.


Menurut Eddy, filosofi Muaythai tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga membentuk mental, kedisiplinan, serta rasa hormat kepada sesama atlet.


Ia menegaskan bahwa di dalam ring para atlet memang saling berhadapan sebagai lawan, namun setelah pertandingan usai mereka kembali menjadi saudara yang memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan olahraga Muaythai di Nusa Tenggara Barat.


"Sportivitas itu mahal. Kita bisa menang karena kerja keras, tetapi kita juga harus mampu menerima kekalahan dengan lapang dada. Nilai-nilai inilah yang terus kami tanamkan kepada seluruh atlet sejak awal. Kalau semangat ini tetap terjaga, saya yakin Muaythai NTB akan dikenal bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena karakter para atletnya," tambahnya.


Pernyataan senada disampaikan Ketua Pengkab Muaythai Indonesia Kabupaten Sumbawa, Sahruddin Sandy, yang memberikan apresiasi terhadap sikap seluruh atlet selama pertandingan berlangsung.


Menurutnya, para atlet mampu menunjukkan kualitas teknik sekaligus menjaga etika dan rasa saling menghormati di setiap pertandingan.


"Anak-anak bertanding dengan semangat, tetapi tetap menjaga adab dan saling menghormati. Itulah yang kita harapkan dari Muaythai. Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, namun karakter harus tetap menjadi prioritas," ungkap Sahruddin Sandy.


Sementara itu, Ketua Dewan Wasit Porprov Cabang Olahraga Muaythai memastikan seluruh pertandingan dipimpin oleh wasit dan juri yang netral, profesional, serta telah memiliki sertifikasi sesuai standar nasional.


Seluruh keputusan pertandingan diambil berdasarkan regulasi yang berlaku sehingga proses kompetisi berjalan objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Sikap profesional perangkat pertandingan tersebut juga mendapat apresiasi dari para pelatih. Mereka menilai komunikasi antara official, wasit, dan panitia berlangsung baik. Apabila terdapat keberatan atau protes, seluruhnya disampaikan melalui mekanisme resmi tanpa menimbulkan ketegangan di arena pertandingan.


Dari sisi keamanan, aparat Polres Mataram bersama panitia pelaksana terus melakukan pengamanan selama pertandingan berlangsung. Hingga berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan hari pertama, tidak terjadi insiden ataupun gesekan antarsuporter maupun antar atlet.


Kabupaten Bima, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Timur tercatat menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak yang tampil pada hari pertama. Kendati demikian, persaingan yang ketat tidak mengurangi rasa persaudaraan antarkontingen.


Pemandangan para atlet dari daerah berbeda yang saling berjabat tangan, memberikan ucapan selamat, hingga berfoto bersama usai bertanding menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan tetap menjadi nilai utama dalam ajang Porprov NTB 2026.


Muaythai Indonesia NTB berharap atmosfer positif yang tercipta sejak hari pertama mampu dipertahankan hingga babak final. Target utama organisasi bukan hanya melahirkan juara Porprov, tetapi juga mencetak atlet yang berkarakter, disiplin, berintegritas, dan siap membawa nama baik NTB di tingkat nasional.

 

"Porprov memang menjadi panggung untuk mencari juara. Namun panggung yang lebih penting adalah bagaimana kita menunjukkan bahwa generasi muda NTB adalah atlet yang kuat, tangguh, berprestasi, dan berakhlak. Jika itu berhasil kita capai, maka medali hanyalah bonus," tutup Eddy Sophiaan.


Pertandingan Muaythai Porprov NTB XI Tahun 2026 akan kembali berlanjut pada Selasa (21/07/2026) dengan agenda babak penyisihan lanjutan serta perebutan medali perunggu. Seluruh pertandingan terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga prestasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. (H A)

Narsum: Humas Muaythai NTB – Muhammad Rais

×
Berita Terbaru Update