BAPILU Hanura Lombok Timur Gaspol Rekrut Gen Z dan Milenial, Targetkan 30 Persen Caleg Muda di Pemilu 2029

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BAPILU Hanura Lombok Timur Gaspol Rekrut Gen Z dan Milenial, Targetkan 30 Persen Caleg Muda di Pemilu 2029

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-15T04:42:28Z


Momentum HUT RI ke-81 Jadi Titik Awal Konsolidasi Politik Anak Muda, Bapilu Siapkan Sekolah Politik hingga Pendampingan UMKM Demi Melahirkan Pemimpin Masa Depan


XPOSETV//Lombok Timur, NTB – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Lombok Timur sebagai momentum untuk memperjuangkan kemerdekaan politik bagi generasi muda. Melalui Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), Hanura Lombok Timur menegaskan komitmennya membuka ruang yang lebih luas bagi Generasi Z dan Milenial untuk tampil sebagai pelaku utama dalam pembangunan daerah dan kontestasi politik menuju Pemilu 2029.


Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan konsolidasi politik dan pembekalan kader muda yang digelar di Lombok Timur, Jumat (15/8/2026). Kegiatan dipimpin langsung Ketua Bapilu DPC Hanura Lombok Timur, Mahesapati T, SH, dan dihadiri Ketua Umum DPP Laskar Muda Hanura, Heru Margi Pangestu, bersama puluhan koordinator kecamatan, pengurus ranting, relawan, serta kader muda Hanura dari berbagai wilayah di Lombok Timur.


Dalam arahannya, Mahesapati menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui keberanian membuka ruang politik yang adil bagi generasi muda.


"Indonesia sudah merdeka 81 tahun. Namun jika anak muda hanya dimanfaatkan saat kampanye, saat membutuhkan massa dan dukungan, lalu ditinggalkan setelah pemilu selesai, maka kemerdekaan belum sepenuhnya hadir di ruang politik. Pola seperti ini harus dihentikan. Di Hanura Lombok Timur, anak muda bukan lagi pelengkap, tetapi pemain utama," tegas Mahesapati.

 

Menurutnya, Bapilu Hanura Lombok Timur telah menyusun strategi jangka panjang untuk melahirkan kader-kader muda berkualitas melalui tiga program prioritas.


Program pertama adalah rekrutmen kader muda berbasis kompetensi. Bapilu akan menyasar kampus, sekolah vokasi, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga organisasi kepemudaan untuk menjaring calon pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, dan gagasan, bukan semata mengandalkan popularitas maupun kedekatan politik.


Program kedua yakni Sekolah Politik Milenial, yang akan memberikan pelatihan mengenai strategi kampanye digital, komunikasi publik, penyusunan visi-misi pembangunan desa, teknik debat, hingga pemahaman terhadap tata kelola APBD. Program tersebut disiapkan agar kader muda memiliki kemampuan memimpin ketika dipercaya menduduki jabatan legislatif maupun eksekutif.


Sementara program ketiga adalah pendampingan program nyata bagi anak muda, melalui kolaborasi dengan BUMD, koperasi, serta pelaku usaha guna membuka akses pembiayaan, permodalan, dan pemasaran bagi UMKM yang dikelola generasi muda.


Mahesapati menegaskan bahwa peningkatan elektabilitas anak muda tidak cukup dilakukan melalui narasi politik semata.


"Elektabilitas Gen Z dan Milenial tidak akan meningkat jika hanya diajak berbicara di atas panggung. Anak muda harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran partai politik. Karena itu Bapilu harus menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan," ujarnya.

 

Sebagai bagian dari strategi menghadapi Pemilu 2029, Bapilu Hanura Lombok Timur juga menetapkan target ambisius dengan menyiapkan sedikitnya 30 persen bakal calon legislatif berasal dari kader berusia di bawah 40 tahun.


Mahesapati menegaskan proses tersebut dimulai sejak sekarang melalui pendataan, pembinaan, pendidikan politik, hingga pengujian kemampuan kader di tengah masyarakat.


"Kami tidak ingin mencari caleg secara instan menjelang pendaftaran. Pembinaan dimulai sejak hari ini. Mereka yang mampu membuktikan kapasitas dan diterima masyarakat, itulah yang layak diberi amanah maju sebagai calon legislatif. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam mengisi kemerdekaan Indonesia," katanya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Laskar Muda Hanura, Heru Margi Pangestu, menegaskan bahwa seluruh Laskar Muda Hanura di Indonesia kini bergerak dalam satu komando untuk memperkuat peran generasi muda di dunia politik.


Menurut Heru, pelantikan pengurus bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari kerja nyata di tengah masyarakat.


"Kita tidak boleh berhenti pada seremoni. Setelah dilantik, tugas kita turun ke masyarakat, membina generasi muda, dan memastikan mereka memiliki ruang dalam politik maupun pembangunan," ujar Heru.

 

Ia menjelaskan, Laskar Muda Hanura akan menjadi ujung tombak di lapangan dengan menjangkau seluruh kecamatan di Lombok Timur, menyerap aspirasi anak muda, kemudian menyampaikannya kepada Bapilu agar diperjuangkan melalui mekanisme partai dan kebijakan publik.


Heru mengungkapkan sejumlah persoalan yang paling banyak disampaikan generasi muda saat ini antara lain terbatasnya lapangan pekerjaan, tingginya harga kebutuhan pokok, minimnya akses internet di pedesaan, serta perlunya penguatan pendidikan vokasi. Berbagai persoalan tersebut akan menjadi dasar penyusunan strategi politik Hanura menuju Pemilu 2029.


Menutup kegiatan tersebut, Mahesapati mengajak seluruh jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, serta kader Hanura untuk bergerak dalam satu komando memperkuat konsolidasi organisasi.


Ia memaparkan peta jalan perjuangan Bapilu Hanura Lombok Timur, yakni menjadikan 2026 sebagai tahun konsolidasi, 2027 sebagai tahun kerja lapangan, 2028 sebagai tahun pemanasan politik, dan 2029 sebagai tahun pembuktian.


"Kalau anak muda Lombok Timur tidak kita siapkan mulai sekarang, maka sepuluh tahun ke depan kita akan menyesal karena membiarkan masa depan daerah diambil alih oleh mereka yang tidak dipersiapkan dengan baik. Saatnya generasi muda menjadi pelaku utama perubahan," pungkasnya.

 

Melalui konsolidasi tersebut, Bapilu DPC Hanura Lombok Timur menegaskan komitmennya membangun regenerasi politik yang terencana, berkelanjutan, serta berorientasi pada lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang kompeten, sehingga mampu membawa Lombok Timur menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berdaya saing di masa mendatang.

(H A)

×
Berita Terbaru Update