Diduga Tipu Warga dengan Modus Isi Ulang APAR, Team URC Polres Bone Bolango Amankan Pelaku

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Diduga Tipu Warga dengan Modus Isi Ulang APAR, Team URC Polres Bone Bolango Amankan Pelaku

Jumat, 28 Agustus 2026 | Agustus 28, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-28T02:06:14Z

 

Diduga Tipu Warga dengan Modus Isi Ulang APAR, Team URC Polres Bone Bolango Amankan Pelaku

Xposetv. Live , KAB. BONE BOLANGO — Team Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Bone Bolango mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Terduga pelaku diduga menjalankan aksinya dengan modus menawarkan jasa pengisian ulang tabung APAR. Namun, dalam praktiknya, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut, di antaranya tabung APAR, stiker label serta segel yang diduga palsu.

Barang-barang tersebut diduga digunakan untuk memberikan kesan seolah-olah tabung APAR telah menjalani proses pengisian ulang dan memenuhi standar, padahal kondisinya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian karena APAR merupakan perangkat keselamatan yang sangat penting, khususnya dalam mengantisipasi kebakaran. Jika pengisian atau pelabelan dilakukan secara tidak sesuai, hal tersebut berpotensi membahayakan pengguna ketika APAR benar-benar dibutuhkan dalam situasi darurat.

Dalam pengamanan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa tabung APAR, perangkat komputer/printer, stiker atau label, serta segel yang diduga berkaitan dengan modus pengisian ulang tersebut.

Terduga pelaku selanjutnya diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian. Polisi juga masih mendalami berapa banyak korban, kerugian yang ditimbulkan, serta sejak kapan modus tersebut dilakukan di wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Fokus Penyelidikan

Kasus ini kini menjadi pekerjaan rumah bagi penyidik untuk mengungkap apakah praktik tersebut dilakukan secara individual atau melibatkan pihak lain. Termasuk menelusuri asal-usul stiker dan segel yang diduga palsu serta kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Keterangan dan status hukum terduga pelaku masih menunggu hasil pemeriksaan serta proses penyidikan lebih lanjut. ( Red: A.T ) 

×
Berita Terbaru Update