XPOSETV//LOMBOK TENGAH — Musibah kebakaran yang melanda Desa Sade, Lombok Tengah, mengundang keprihatinan dari kalangan insan pariwisata. Insan Pariwisata Indonesia (IPI) turun langsung ke Desa Sade sebagai bentuk empati sekaligus dukungan terhadap masyarakat yang terdampak musibah. Sabtu (05/09/2026)
Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Umum IPI Gede Susila bersama Ketua DPD IPI NTB Zul Padli serta jajaran pengurus. Mereka melihat langsung kondisi Desa Sade pascakebakaran dan berdialog dengan masyarakat terkait kondisi serta harapan pemulihan ke depan.
Bagi IPI, Desa Sade memiliki posisi penting dalam peta pariwisata NTB. Desa adat Sasak ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya NTB yang selama ini menjadi daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Ketua DPD IPI NTB, Zul Padli, mengatakan kehadiran IPI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus kepedulian terhadap keberlangsungan pariwisata budaya NTB.
“Kami datang bukan hanya untuk melihat kondisi pascakebakaran, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa insan pariwisata ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat Desa Sade. Sade adalah aset pariwisata budaya NTB yang harus kita jaga bersama,” ujar Zul.
Menurutnya, pascakebakaran diperlukan langkah resetup dan penataan kembali agar Desa Sade dapat kembali bangkit. Namun, proses tersebut harus tetap mempertahankan karakter, tradisi, arsitektur, dan nilai budaya masyarakat Sasak yang menjadi kekuatan utama destinasi tersebut.
“Yang perlu kita pikirkan sekarang adalah bagaimana Sade bisa bangkit kembali. Resetup bukan berarti menghilangkan identitas yang sudah ada, tetapi justru bagaimana kita menata kembali agar lebih baik, lebih kuat, dan tetap mempertahankan nilai budaya yang menjadi daya tariknya,” jelasnya.
IPI menilai pemulihan Desa Sade membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha pariwisata, organisasi pariwisata, hingga stakeholder lainnya perlu duduk bersama untuk menentukan langkah terbaik bagi masa depan Desa Sade.
Ketua Umum IPI Gede Susila juga menyampaikan dukungan kepada masyarakat Desa Sade. Menurutnya, musibah tidak boleh menghentikan semangat masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki.
Desa Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Lombok. Rumah adat, tradisi masyarakat Sasak, kerajinan lokal, serta kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Karena itu, IPI berharap proses pemulihan dapat dilakukan secara bersama-sama dan terarah. Tidak hanya membangun kembali fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dan pariwisata dapat kembali berjalan.
“Kami berharap Desa Sade segera bangkit. Semoga dari musibah ini muncul semangat baru untuk membangun Sade yang lebih baik. Dan tentu kita berharap pariwisata NTB ke depan semakin maju, semakin kuat, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Zul.
Kunjungan IPI tersebut menjadi pesan bahwa pariwisata bukan hanya tentang destinasi dan wisatawan. Di balik sebuah destinasi, terdapat masyarakat, budaya, sejarah, dan kehidupan yang harus terus dijaga bersama.
Sade boleh terkena musibah, tetapi semangat untuk bangkit tidak boleh padam. (Erlan)


