XPOSETV//Lombok Barat, NTB — Berbekal pengalaman dua periode sebagai Kepala Kewilayahan dan rekam jejak sebagai pengusaha, Dedi Irawan secara resmi menyatakan kesiapannya bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat tahun 2026, Sabtu (05/09/2026). Mengusung jargon "Menuju Perubahan Bersama Membangun Desa Batu Mekar", ia membawa arah baru pembangunan desa yang berfokus pada transparansi, peningkatan ekonomi, serta pelestarian budaya. Sabtu (05/09/2026)
Pengalaman dan Modal Sosial Dukungan yang mengalir dari masyarakat menjadi modal sosial penting bagi Dedi dalam mengarungi kontestasi ini. Pengalamannya dalam memimpin di tingkat kewilayahan serta keaktifannya pada berbagai kegiatan sosial membuatnya memahami dinamika riil dan kebutuhan mendasar warga di tingkat akar rumput.
Visi dan Misi Strategis Dedi mengusung visi utama: "Mewujudkan Pemerintahan Desa yang Jujur, Bersih, Amanah, Transparan, dan Berdaya Saing." Visi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga misi utama:
- Pengembangan Potensi Desa Integratif: Memaksimalkan sektor Desa Wisata berbasis keindahan alam, kuliner, dan kerajinan lokal. Program ini diperkuat melalui pembinaan UMKM, pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi dan promosi, serta penguatan SDM dan SDA secara berkelanjutan.
- Optimalisasi Pelayanan Publik: Memastikan pelayanan di tingkat dusun hingga desa berlangsung lebih cepat, transparan, mudah diakses, dan responsif terhadap aduan warga.
- Kelestarian Lingkungan: Mewujudkan tata lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman sebagai daya dukung utama kawasan Desa Wisata.
Seni, Budaya, dan Pemuda Sebagai Motor Penggerak Dedi menempatkan generasi muda dan kelestarian adat sebagai fondasi penting pembangunan. Rencana penguatan seni-budaya akan diintegrasikan melalui agenda rutin seperti festival budaya dan ruang kreasi pemuda. Langkah ini dirancang untuk menjaga identitas lokal sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif baru.
Pembangunan Desa Batu Mekar tidak dapat berjalan tunggal oleh pemerintah desa. Sinergi lintas elemen—mulai dari tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, hingga pelaku UMKM—menjadi kunci utama untuk mewujudkan tata kelola desa yang maju, mandiri, dan sejahtera secara bersama-sama.


