XPOSE TV TUBAN - Upaya memperkuat tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus dilakukan Pemkab Tuban. Salah satunya melalui Pelatihan dan Sertifikasi Bendahara KDKMP yang resmi dibuka.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana, membuka pelatihan Angkatan I pada Senin (19/10/2026) di Hotel Mustika Tuban. Kegiatan yang berlangsung 19-22 Oktober 2026 ini diikuti 40 bendahara KDKMP se-Kabupaten Tuban.
Sekda Budi Wiyana menegaskan, KDKMP hadir sebagai instrumen strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah, yakni desa dan kelurahan. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak bisa hanya diukur dari deklarasi pembentukan, penunjukan pengurus, atau peresmian gedung dan gerai.
KDKMP, lanjutnya, harus tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang profesional dan memberi manfaat nyata. Untuk itu penguatan tidak hanya pada kelembagaan dan pengembangan usaha, tetapi juga pada tata kelola keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
"Bendahara punya peran yang sangat strategis dalam menjaga kualitas keuangan koperasi. Administrasi dan pelaporan harus diimbangi dengan disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab," tegasnya.
Budi Wiyana menekankan, pengelolaan keuangan yang baik adalah fondasi utama keberlangsungan koperasi.
"Pengelolaan keuangan yang baik merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan koperasi. Bendahara harus mampu menjalankan tugas secara tertib, transparan, dan akuntabel sehingga kepercayaan anggota dapat terus terjaga," pesannya.
Ia juga mendorong para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang didapat di koperasinya masing-masing, agar kegiatan usaha bisa berjalan lebih terencana dan bertanggung jawab.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban, Gunadi, juga membuka Pelatihan dan Sertifikasi Bendahara KDKMP Angkatan II di Lyn Hotel Tuban.
Gunadi menjelaskan, pelatihan ini akan diikuti seluruh bendahara KDKMP di Tuban yang dibagi menjadi 6 angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 40 bendahara.
Menurutnya, pelatihan dan sertifikasi ini digelar untuk memperkuat kelembagaan KDKMP melalui penyiapan SDM yang kompeten, khususnya bendahara dalam tata kelola keuangan. Narasumber dihadirkan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Perkoperasian Indonesia.
Materi yang diberikan meliputi manajemen perkoperasian, konsep dasar dan penyusunan laporan keuangan KDKMP, serta penggunaan laporan keuangan untuk pengambilan keputusan. Materi ini diharapkan memberi pemahaman komprehensif tentang pengelolaan keuangan koperasi.
Kegiatan ini mengacu pada Juklak Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pelatihan dan Sertifikasi Bendahara KDKMP. Pembiayaannya bersumber dari APBN melalui dana dekonsentrasi pada Satker Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.
Melalui peningkatan kompetensi bendahara, Pemkab Tuban berharap KDKMP semakin kuat menjalankan fungsi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Pengelolaan keuangan yang profesional diharapkan menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan anggota, menjaga keberlanjutan usaha, dan memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar