Ketum IWO Indonesia Siap Temui Hotman Paris, Layangkan Surat Resmi Demi Jaga Marwah dan Integritas Profesi Wartawan

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ketum IWO Indonesia Siap Temui Hotman Paris, Layangkan Surat Resmi Demi Jaga Marwah dan Integritas Profesi Wartawan

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-07-20T05:15:23Z


IWO Indonesia Tempuh Jalur Dialog, Minta Klarifikasi Langsung atas Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Pers


XPOSETV // Jakarta – Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia mengambil langkah resmi dan persuasif menyikapi pernyataan kontroversial yang disampaikan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial dan menuai perhatian publik. Pernyataan tersebut dinilai telah menyinggung serta merendahkan profesi wartawan sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia. Senin (20/07/2026)


Ketua Umum IWO Indonesia, Dr. NR. Icang Rahardian, SH., S.Akun., MH., M.Pd, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak tinggal diam terhadap pernyataan yang dinilai mencederai kehormatan insan pers. Menurutnya, wartawan merupakan profesi yang memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, melakukan kontrol sosial, serta menjaga transparansi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi sekaligus komitmen menjaga marwah profesi jurnalistik, IWO Indonesia akan melayangkan surat resmi kepada Hotman Paris Hutapea untuk mengajukan permohonan audiensi atau pertemuan secara langsung.


"Surat akan kami layangkan. Kami ingin mendengarkan klarifikasi langsung dari Bapak Hotman Paris terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung rekan-rekan wartawan," ujar Dr. NR. Icang Rahardian.

 

Menurutnya, langkah tersebut bukan dimaksudkan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai bentuk penyelesaian yang mengedepankan dialog, etika, dan penghormatan antarsesama profesi. IWO Indonesia percaya bahwa komunikasi yang terbuka akan menjadi jalan terbaik untuk meluruskan kesalahpahaman sekaligus memperkuat hubungan antara insan pers dengan berbagai elemen masyarakat.


IWO Indonesia menilai setiap kritik terhadap dunia jurnalistik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, kritik tersebut tetap harus disampaikan secara proporsional, objektif, dan tidak menggeneralisasi seluruh profesi wartawan sehingga dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.


Sebagai organisasi profesi wartawan yang memiliki jaringan di berbagai daerah di Indonesia, IWO Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga kualitas jurnalistik, meningkatkan kompetensi anggotanya, serta memperjuangkan kebebasan pers yang bertanggung jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Selain itu, organisasi ini juga menegaskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara insan pers, aparat penegak hukum, praktisi hukum, akademisi, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya ruang demokrasi yang sehat.


IWO Indonesia berharap rencana pertemuan dengan Hotman Paris Hutapea dapat menjadi momentum positif untuk memperjelas duduk persoalan, membuka ruang komunikasi yang konstruktif, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kedudukan pers sebagai salah satu pilar demokrasi yang memiliki fungsi kontrol sosial, penyebaran informasi yang berimbang, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan kehidupan publik.


Melalui pendekatan yang mengedepankan musyawarah dan saling menghormati, IWO Indonesia optimistis persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik tanpa mengabaikan nilai-nilai etika, profesionalisme, dan penghormatan terhadap profesi masing-masing.


IWO Indonesia juga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk tetap menjaga profesionalisme, mematuhi Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik.


Langkah audiensi yang akan ditempuh IWO Indonesia diharapkan menjadi contoh penyelesaian perbedaan pendapat melalui dialog yang bermartabat, sehingga mampu memperkuat sinergi antara dunia pers dan berbagai profesi lainnya dalam mendukung kehidupan demokrasi yang sehat, terbuka, dan saling menghormati.

(H A)

×
Berita Terbaru Update