DPRD Kota Kediri Dorong Program Bahasa Jawa Masif di Kota Kediri, Disdik Siap Tampung Aspirasi Guru

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

DPRD Kota Kediri Dorong Program Bahasa Jawa Masif di Kota Kediri, Disdik Siap Tampung Aspirasi Guru

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0B Last Updated 2026-08-18T05:14:25Z

 

foto; DPRD Kota Kediri Dorong Program Bahasa Jawa Masif di Kota Kediri, Disdik Siap Tampung Aspirasi Guru

XPOSETV// Kediri, -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri mendorong pemerintah daerah untuk meluncurkan program penguatan bahasa daerah secara masif di lembaga pendidikan. Langkah ini diharapkan mampu mengimbangi program pengajaran Al-Qur'an dan bahasa Inggris masif yang sudah berjalan sebelumnya.

Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi Partai Golkar, Imam Wihdan Zarkasyi, menyampaikan gagasan tersebut dalam Sosialisasi Produk Hukum di Kantor Balai Kelurahan Bandar Lor, Minggu, 18 Agustus 2026

"Kalau Kota Kediri bisa menggerakkan Qur'an Masif dan Inggris Masif, kenapa bahasa daerah tidak kita kerjakan supaya menjadi bagian program Bahasa Daerah Masif. Artinya agar komunitas terdorong untuk melestarikan bahasa daerah," terang pria yang akrab disapa Pak Lek Imam itu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menyambut baik usulan ini. Pihaknya berencana mengumpulkan para guru bahasa daerah untuk menyerap masukan sebelum merumuskan kebijakan secara konkrit.

"Secara organisatoris, kami masih perlu mendengar langsung dari para guru bahasa daerah. Nanti mereka dikumpulkan, sehingga aspirasi yang masuk bisa kami terima dan perjuangkan bersama-sama," kata Mandung.

Dalam forum yang diikuti 250 pelajar SMA/SMK se-Kota Kediri itu, persoalan dominasi media sosial dan konten asing juga menjadi sorotan. Guru Bahasa Jawa SMKN 2 Kota Kediri, Sutimah, menilai arus informasi luar negeri seperti K-Pop melalui gawai turut mengikis kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu.

Sebagai solusi, Sutimah mengusulkan penerapan satu hari khusus berbahasa Jawa di lingkungan sekolah.

"Setiap anak pasti memiliki gawai dan mengakses media sosial yang didominasi konten asing, sementara konten berbahasa Jawa sangat sedikit. Saya sarankan hari Kamis dijadikan hari penuh berbahasa Jawa, seperti program one day full English," jelas Sutimah.

Diskusi menghadirkan narasumber Dr. Prilani, M.Si, Senat UIN Syekh Wasil Kediri. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat agar pelestarian bahasa daerah dapat berjalan efektif di tengah derasnya arus globalisasi. ( Yanto). 

×
Berita Terbaru Update