XPOSE TV TUBAN – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Publikasi Transformasi Aplikasi e-Monev Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Senin (14/09/2026). Kegiatan ini diikuti Wakil Bupati Tuban, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpinan OPD, Camat, dan Lurah, serta aparatur mulai dari jabatan Sekretaris Dinas/Badan hingga jabatan fungsional.
Bupati Tuban, Mas Lindra menegaskan pentingnya transformasi aplikasi e-Monev sebagai instrumen untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis permasalahan dan data. Menurutnya, setiap program dan kegiatan pemerintah daerah harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Perencanaan yang baik bukan hanya tentang menyusun kegiatan, tetapi tentang memastikan setiap kegiatan benar-benar menjawab persoalan masyarakat,” tegasnya.
Bupati menjelaskan transformasi aplikasi e-Monev mengintegrasikan berbagai aspek dalam proses perencanaan pembangunan, mulai dari indikator, subkegiatan, sasaran, rekening belanja, hingga sumber anggaran. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu perangkat daerah melihat keterkaitan antara program yang direncanakan, pelaksanaan kegiatan, dan kebutuhan masyarakat.
Mas Lindra menyatakan Pemkab Tuban telah mengidentifikasi 224 permasalahan yang dikelompokkan ke dalam 31 tematik masalah. Melalui aplikasi e-Monev, setiap perangkat daerah dapat memfokuskan intervensi sesuai tugas dan fungsinya. Sekaligus mengetahui perangkat daerah lain yang perlu diajak berkolaborasi.
“Persoalan masyarakat tidak pernah berdiri sendiri. Karena itu, penyelesaiannya pun tidak bisa selalu dilakukan sendiri-sendiri. Kita bagi peran, kita satukan langkah, kita kuatkan komunikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, aplikasi e-Monev juga menyediakan informasi mengenai indikator kinerja, definisi operasional, kelompok sasaran, intervensi yang direncanakan, serta rincian rekening belanja dan sumber anggaran. Fitur tersebut diharapkan dapat memudahkan perangkat daerah dalam melakukan penelaahan dan memastikan setiap intervensi memiliki dasar yang jelas.
Transformasi aplikasi ini juga dilengkapi fitur referensi berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu memberikan alternatif atau tambahan informasi dalam menjawab permasalahan. Namun, Bupati menekankan bahwa penggunaan AI hanya sebagai alat bantu dan referensi. Setiap keputusan tetap harus melalui telaah yang komprehensif.
Selain itu, e-Monev menghadirkan fitur review dari tiga badan verifikator, yakni Bapperida, BPKPAD, dan Inspektorat. Fitur ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, mencatat proses verifikasi, serta memastikan keselarasan antara subkegiatan, definisi operasional, indikator, dan intervensi yang dilaksanakan OPD.
Bupati Tuban menekankan keberhasilan aplikasi tersebut sangat bergantung pada validitas data dan ketepatan intervensi yang ditetapkan oleh masing-masing perangkat daerah. Data yang dihimpun dari lapangan harus dapat dipertanggungjawabkan karena menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan kebijakan pembangunan.
“Ketika melakukan pengumpulan data di lapangan, data yang dihimpun harus bisa dipertanggungjawabkan. Karenanya, peran kecamatan, kelurahan, dan UPTD menjadi pondasi dalam penentuan kebijakan,” jelasnya.
Mas Lindra meminta seluruh jajaran Pemkab Tuban untuk melakukan pembaruan data secara berkala, khususnya data yang membutuhkan pembaruan secara real time. Pembaruan data tersebut penting untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan masyarakat secara lebih efektif.
Di samping itu, penguatan pengawasan oleh Inspektorat dan penilaian kinerja oleh BKPSDM memiliki peran krusial. Menurutnya, sistem pemerintahan harus ditopang oleh kinerja seluruh jajaran, dengan pemberian penghargaan, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) maupun promosi jabatan, didasarkan pada kinerja yang terbukti.
Pada kesempatan ini, orang nomor satu di kabupaten Tuban ini mengajak seluruh perangkat daerah untuk mengurangi ego sektoral dan memperkuat semangat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak melihat batas-batas kewenangan antar-OPD, melainkan mengharapkan pemerintah hadir memberikan solusi.
“Sinergi dan kolaborasi adalah ketika persoalan yang sebelumnya sulit menjadi lebih mudah karena kita bekerja bersama,” tuturnya.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemkab Tuban untuk bekerja dengan pikiran, melayani dengan hati, bergerak dengan kebersamaan, dan mengabdi dengan ketulusan. Transformasi e-Monev diharapkan tidak hanya menjadi pembaruan sistem, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. “Mari kita merasa bahwa kita bekerja untuk Tuban. Bahkan lebih dari itu, kita sedang membangun Tuban,” pungkasnya. (Ags)







