GOWA, Sulsel — Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Jabal Nur mendesak Polda Sulawesi Selatan beserta Polres Gowa untuk tidak menunda-nunda lagi dalam menindaklanjuti dugaan kesaksian palsu yang muncul dalam proses Hak Angket terkait penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Gowa. Desakan ini disampaikan lantaran diketahui sejumlah saksi yang hadir ternyata merupakan kader partai yang dinilai memiliki motif politik tersembunyi, 04/09/2026.
Jabal Nur menegaskan, kesaksian yang disampaikan dalam proses Hak Angket tersebut perlu diperiksa dan diklarifikasi secara mendalam oleh aparat penegak hukum. Hal ini mengingat adanya indikasi kuat bahwa kesaksian itu tidak murni berbasis fakta, melainkan didorong kepentingan politik tertentu, yang justru berpotensi mengganggu kinerja Bupati Gowa yang juga merupakan kader resmi PAN.
"Saya sangat menyayangkan adanya upaya dari kalangan kader sendiri yang berusaha mengganggu kader PAN yang resmi menjabat sebagai Bupati dengan berbagai cara, termasuk melalui kesaksian yang diragukan kebenarannya dalam proses Hak Angket ini," tegas Jabal Nur.
Ia memperingatkan, jika hal ini dibiarkan, maka dikhawatirkan tercipta pola politik adu domba yang justru merugikan masyarakat luas. "Kasihan masyarakat Gowa jika mereka hanya disajikan pertarungan politik yang tidak sehat dan bernada adu domba, semata-mata demi kepentingan segelintir orang. Ini dapat merusak tatanan demokrasi di Gowa yang merupakan tanah bersejarah," ujarnya.
Oleh karena itu, Jabal Nur meminta Polda Sulsel dan Polres Gowa segera mengusut tuntas siapa saja yang terlibat, termasuk siapa aktor intelektual yang berada di balik kegaduhan yang terjadi di Kabupaten Gowa. Dengan demikian, publik dapat mengetahui secara transparan siapa yang benar dan siapa yang salah, tanpa terus-menerus dibayangi kabur dan ketidakpastian.
"Kami berharap ke depannya akan terbuka siapa aktor intelektual di balik kegaduhan ini, agar masyarakat bisa menilai sendiri. Jangan biarkan proses hukum berjalan lambat. Semua tahapan di Polda maupun Polres harus dipercepat supaya semuanya segera terang benderang dan kebenaran bisa terungkap sepenuhnya," harap Jabal Nur.
Pernyataan ini semakin mempertegas keinginan masyarakat agar proses penegakan hukum berjalan cepat, objektif, dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik apa pun, demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kepercayaan publik di Kabupaten Gowa.
