BEKASI, XPOSE TV.LIVE – Gejolak di kalangan jurnalis se-Bekasi Raya pasca viralnya dugaan pengusiran wartawan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi belum mereda. Desakan agar Bupati Bekasi mencopot Kepala DLH, Syafri Donny Sirait, terus menguat.
Penasihat DPC AWPI Kota Bekasi, RM. Rhagil Asmara Satyanegoro, menyebut aksi damai yang digelar rekan-rekan pers sebagai bentuk solidaritas nyata.
Menurutnya, kekompakan insan pers terlihat jelas saat mereka bersama-sama menuntut ketegasan dari Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, untuk segera menonaktifkan Kadis LH.
“Aksi solidaritas ini membuktikan kekompakan wartawan sebagai pena sejati. Kami mendesak Plt. Bupati agar berani mengambil langkah tegas menonaktifkan Kepala Dinas LH,” kata Rhagil, Jumat (16/10).
Namun, hasil audiensi antara perwakilan massa aksi dengan pihak Pemkab Bekasi dinilai belum memuaskan. Tuntutan di lapangan tidak sejalan dengan isi surat resmi yang ditandatangani Plt. Bupati.
Rhagil mengungkapkan, pihak Pemkab beralasan kewenangan seorang Plt. sangat terbatas. Dalam surat tersebut, Pemda hanya merekomendasikan pencopotan Kadis LH ke Menteri Dalam Negeri untuk proses lebih lanjut.
Meski begitu, ia menegaskan perjuangan insan pers tidak akan berhenti.
“Semangat pejuang pena untuk kemerdekaan pers tidak akan mundur. Kami akan terus kawal sampai ada kejelasan soal pencopotan ini,” tegasnya.
Pihaknya juga akan mengawal kasus ini hingga ke jalur hukum pidana. Ia merujuk Pasal 18 ayat (1) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang mengatur ancaman pidana 2 tahun penjara dan/atau denda Rp500 juta bagi siapa pun yang menghalang-halangi tugas jurnalistik.
Rhagil berharap Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi hari ini yang mengagendakan penetapan Plt. Bupati dr. Asep Surya Atmaja menjadi Bupati definitif bisa membawa titik terang.
“Ini momentumnya. Jika sudah definitif, Bupati punya kewenangan penuh untuk bersikap tegas mencopot Syafri Donny Sirait. Jika tetap tidak tegas, ada apa di balik ini? Kami siap menggelar aksi yang lebih besar lagi. Menunggu komando koordinator Aksi Jilid 2,” pungkasnya.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar