Iklan Head

Health

Sekolah Lapang Gempa Bumi di Gelar BMKG Kelas III Malang

Minggu, 18 Oktober 2026, Oktober 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T00:02:30Z



Xpose tv.Live,
Sidoarjo
- Sejumlah warga Sidoarjo mengikuti kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Sabtu, (17/10/26).


Berbagai materi disampaikan pada SLG yang digelar di pendopo Delta Wibawa itu. Mulai dari pemahaman potensi gempa bumi sampai kesiapsiagaan dalam menghadapinya.


Peserta SLG 2026 berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari Aparat TNI, Polri, ASN sampai masyarakat umum. Jumlahnya 53 peserta.


Kegiatan SLG sehari penuh itu dibuka Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo Moh. Bahrul Amig. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso serta Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dan Anggota Komisi V DPR RI Arizal Tom Liwafa yang hadir secara daring.


Mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo Moh. Bahrul Amig menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyambut baik penyelenggaraan SLG di Kabupaten Sidoarjo.


Menurutnya kegiatan tersebut sangat strategis dalam memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah akan potensi bencana gempa.


Disampaikannya bahwa data serta informasi yang disajikan oleh BMKG bukan sekadar perkiraan atau ramalan semata. Namun merupakan petunjuk arah yang penting bagi keberlangsungan hidup ekonomi dan keselamatan manusia.


"Keselamatan nyawa warga Sidoarjo dari ancaman bencana tektonik menjadi prioritas utama kami. Mengingat posisi wilayah kita berada dalam dinamika potensi kebencanaan di Jawa Timur, kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh," ungkap Moh. Bahrul Amig.


Dia juga mengatakan kewaspadaan potensi bencana gempa bukannya tanpa alasan. Peristiwa bencana gempa bumi berkekuatan besar yang melanda berbagai wilayah di Indonesia beberapa waktu lalu menjadi pengingat penting akan dampak destruktif bencana tektonik. Seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.


"Kita tidak bisa mencegah gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa menekan dampaknya seminimal mungkin. Kuncinya terletak pada edukasi berkelanjutan dan kesadaran masyarakat agar senantiasa siap dan tanggap menghadapi segala kemungkinan," lanjutnya.


Di katakannya juga bahwa guncangan gempa yang kerap merambat hingga ke pemukiman warga kerap memicu kepanikan massal. Oleh karenanya pentingnya SLG seperti ini yang dapat mengedukasi masyarakat Sidoarjo agar siap dan tanggap menghadapi potensi bencana. Untuk itu ia meminta para peserta dapat aktif membagikan ilmu dan keterampilan yang didapat dalam SLG kepada keluarga serta lingkungan tempat tinggal masing-masing.


"Mari kita ubah rasa takut dan panik masyarakat menjadi kesiapsiagaan nyata. Saya berharap para peserta dapat meneruskan materi edukasi ini kepada keluarga mereka, sehingga masyarakat Sidoarjo senantiasa siap dan tanggap menghadapi potensi bencana," pungkasnya


Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso mengatakan kegiatan SLG diselenggarakan sebagai langkah meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman bencana kegempaan.


Dikatakannya pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi memiliki peran yang sangat krusial dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami yang tergolong rawan terjadi seluruh daerah di Indonesia.


"Kegiatan ini sangat penting. Wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Karena itu, sebelum bencana terjadi, langkah kesiapsiagaan sangat perlu dilakukan secara masif, salah satunya melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi ini," ujarnya.


Ricko juga mengungkapkan peta kerawanan di wilayah Sidoarjo. Disampaikannya bahwa berdasarkan kajian terbaru dari Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) tahun 2024, telah terpetakan berbagai sumber bahaya kegempaan di Indonesia. Salah satu sumber gempa bumi terdekat yang melintasi wilayah Sidoarjo adalah Sesar Waru.


Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, Sesar Waru diidentifikasi memiliki potensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 6,8. Meski demikian, BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan melainkan fokus pada langkah-langkah mitigasi.


"Mas va atat diimbau untuk tetap tentang, 1 dak panik, serta selalu memantau informasi resmi cari BMKG. Jangan mudah percaya dengan isu atau kabar burung yang menyebutkan bahwa gempa bumi dapat diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat," tegasnya.

(@LW)



Komentar

Tampilkan

  • Sekolah Lapang Gempa Bumi di Gelar BMKG Kelas III Malang
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Google News


 

LOWONGAN KERJA


 

VERIFIKASI

 


JMSI

 


LAPAS


 

SMARTFREN


 

KEMENDESA

 


Topik Populer

Banner