XPOSETV//Mataram, NTB - Banyak sekali berita yg sangat provokatif dan terkesan sangat tendensius. Padahal nampaknya nggak begitu paham ttg event itu sendiri kayaknya. Minggu (05/07/2026)
Kalau kita terus ribut dan selalu memperkeruh suasana yg rugi daerah kita sendiri. Penyelenggara event2 dunia nggak senang ribut2. Mereka ingin suasana yg nyaman dan kondusif.
Sampai saat ini penyelenggara event2 dunia masih sering kontak saya utk kelanjutan MXGP krn mereka senang sekali datang ke daerah kita ini.
Coba bayangkan. Panitia MXGP bertahun2 di giring2 dalam isyu pengadaan tanah di Samota padahal nggak ada hubungan Panitia MXGP dgn pengadaan tanah Samota. Di paksa2 terus agar heboh jadi berita. Hebohnya mungkin dapat, tapi daerah kita kemudian jadi rugi dan kelihatan nggak kondusif.
Ini heboh urusan sponsorship ratusan miliar utk MXGP? Itu data dari mana? Kalau ada sponsor2 besar itu murni kerjasama sponsor global dgn Pemilik Lisensi MXGP, BUKAN DENGaN PANITIA LOKAL Indonesia. Jadi org2 ini berprasangka buruk saja dari dulu :(
Saya sendiri pernah berusaha melobi pemerintah pusat utk dapat dukungan hosting fee utk 2 event MXGP. 12 M utk di Lombok dan 12 M utk di Sumbawa. Dan Alhamdulillah di setujui Pemerintah Pusat.
Karena event nya sdh berlangsung dan dana 24 M sdh di setujui di perlukanlah satu Event lain yg namanya Lombok Sumbawa Motor Cross dan di cairkanlah 24 M utk event tsb dgn harapan sekalian bisa bantu event MXGP yg sdh kadung di selenggarakan.
Kalau di rasakan ada penyimpangan atau korupsi di pelaksanaan Motor Cross Lombok Sumbawa ya kita serahkan dong ke proses hukum di kepolisian dan kejaksaan yang sedang berlangsung..bukan malah fitnah kiri kanan yg bikin daerah kita gaduh terus sehingga org jadi enggan beraktivitas di daerah kita...
Kasihan panitia MXGP nya..sdh susah2 cari dana dari pemerintah, dana nya turun ke pemda, malah dituduh pula korupsi dan menanggung hutang
Tapi inilah daerah kita dengan segala riak dan warna warni nya. Tapi nggak boleh begini terus dong. Kita sendiri yg akan rugi. (H A)
Narsum: Bang Zulkieflimansyah (Bang ZUL)
