Xposetv//Boalemo – Lantunan shalawat menggema di kawasan wisata Pantai Bolihutuo, Kabupaten Boalemo, mengiringi pelaksanaan Wisata Dakwah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Boalemo. Kegiatan yang memadukan dakwah Islam, silaturahmi, dan tadabbur alam ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri ratusan kader Muslimat NU dari berbagai tingkatan kepengurusan.
Peserta yang hadir merupakan Pengurus dan Anggota Muslimat NU mulai dari tingkat Cabang, Pengurus Anak Cabang (PAC), hingga Ranting se-Kabupaten Boalemo. Turut hadir Staf Ahli Bupati Boalemo yang mewakili Bupati Boalemo, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Boalemo, Camat Wonosari, Camat Mananggu, para camat se-Kabupaten Boalemo, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Boalemo, serta jajaran Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama.
Nuansa religius semakin terasa saat Grup Marawis Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, melantunkan shalawat dan puji-pujian kepada Rasulullah SAW. Iringan rebana yang berpadu dengan semilir angin Pantai Bolihutuo menghadirkan suasana yang syahdu, sekaligus memperlihatkan bahwa syiar Islam dapat dikemas dengan indah melalui seni budaya yang bernilai dakwah.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Boalemo menyampaikan apresiasi kepada Muslimat NU Kabupaten Boalemo yang secara konsisten menghadirkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan umat sekaligus mendukung pembangunan karakter masyarakat.
Menurutnya, Wisata Dakwah merupakan inovasi yang mampu memadukan nilai spiritual, silaturahmi, dan promosi potensi wisata daerah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Boalemo menegaskan bahwa dakwah harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
"Selama ini dakwah identik dilakukan di masjid atau majelis taklim. Namun Muslimat NU ingin menunjukkan bahwa dakwah juga dapat dilaksanakan di ruang-ruang publik, termasuk di tempat wisata. Dengan memanfaatkan keindahan alam sebagai media tadabbur, kita diajak semakin mensyukuri ciptaan Allah SWT sekaligus menghadirkan dakwah yang sejuk, ramah, dan membahagiakan," ujarnya.
kegiatan Wisata Dakwah bukan sekadar rekreasi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar Muslimat NU dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan mengajak masyarakat semakin dekat kepada Allah SWT melalui perenungan terhadap kebesaran ciptaan-Nya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dai Nasional KH. Syahdan, S.Ag., M.M. dari Tangerang, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah menjadikan bulan Muharam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
KH. Syahdan menjelaskan bahwa Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
Beliau menekankan bahwa pergantian tahun Hijriah hendaknya tidak hanya menjadi perubahan angka dalam penanggalan, tetapi juga menjadi awal perubahan sikap, akhlak, dan kualitas keimanan. Hijrah yang sejati adalah meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih taat, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, KH. Syahdan juga mengulas keutamaan sedekah sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan, terlebih pada bulan-bulan yang dimuliakan Allah. Menurutnya, sedekah bukan hanya memberikan sebagian harta, tetapi juga merupakan bentuk rasa syukur, kepedulian sosial, dan investasi amal yang pahalanya terus mengalir.
"Jangan pernah takut bersedekah. Harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan mengurangi rezeki, justru Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang lebih besar. Orang yang gemar berbagi akan dimudahkan urusannya, dilapangkan rezekinya, dan dicintai Allah serta sesama manusia," pesan KH. Syahdan di hadapan para peserta.
Beliau mengajak seluruh warga Muslimat NU menjadikan semangat Muharam sebagai awal untuk memperbanyak sedekah, memperkuat ibadah, menjaga persatuan, serta terus berkontribusi dalam membangun keluarga dan masyarakat yang religius, harmonis, dan peduli terhadap sesama.
Melalui kegiatan Wisata Dakwah ini, Muslimat NU Kabupaten Boalemo kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang inklusif, membangun, dan membumi. Dengan memadukan syiar Islam, pelestarian budaya, serta keindahan alam Pantai Bolihutuo, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat dilakukan di mana saja, menyentuh berbagai kalangan, dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.Red
