Dorong Kemandirian Ekonomi, Asy Syifa Kalbar Gandeng Mahasiswa STMIK Pontianak Digitalisasi UMKM

 


XPOSETV//Pontianak, Kalimantan Barat — Dalam upaya mempercepat digitalisasi sektor usaha lokal sekaligus menekan angka pengangguran terdidik, Ketua Bidang Kewirausahaan & UMKM Asy Syifa Provinsi Kalimantan Barat, Rahayu Sri Sulistyawati, S.Kom, M.Pd, memberikan Mata Kuliah Umum di Kampus STMIK (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer) Pontianak, Rabu (2/9/2026).


Mengangkat tema pemanfaatan teknologi informasi di bidang UMKM, agenda ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) kepada para mahasiswa sebagai aset strategis masa depan bangsa.


Sinergi Akademisi dan Dunia Usaha

Rahayu menegaskan bahwa disiplin ilmu IT yang dipelajari mahasiswa STMIK Pontianak memiliki relevansi tinggi untuk diimplementasikan langsung di tengah masyarakat. Perubahan tren bisnis masyarakat yang kini bergeser ke ranah daring (online) membutuhkan sentuhan teknologi agar daya saing produk lokal meningkat.


Melalui kolaborasi ini, mahasiswa IT dapat diberdayakan dalam berbagai peran konkret, antara lain:

 * Pengembangan Infrastruktur Digital: Merancang dan mengelola situs web profesional untuk organisasi maupun perusahaan.

 * Pemasaran & Konten Kreatif: Membantu pembuatan toko di platform e-commerce, menjadi pembuat konten (content creator), serta mengelola media sosial/YouTube pemasaran.

 * Inovasi Produk & Operasional: Mendukung desain kemasan produk hingga pengoperasian mesin pengemasan (packaging) modern.


Solusi Menekan Pengangguran Terdidik

Fenomena banyaknya sarjana yang kesulitan mendapatkan pekerjaan menjadi perhatian utama dalam kuliah umum ini. Kemandirian ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja sendiri (self-employment) berbasis digital dinilai sebagai solusi paling efektif bagi para lulusan perguruan tinggi.


Langkah Strategis Berkelanjutan

Sebagai tindak lanjut, Bidang Kewirausahaan & UMKM Asy Syifa Provinsi Kalbar siap menjalin kerja sama jangka panjang dengan mahasiswa IT Pontianak. Program pendampingan mendatang akan difokuskan pada tiga pilar utama:

 * Peningkatan Literasi Digital: Memastikan pelaku UMKM tidak gagap teknologi (melek digital).

 * Rebranding Produk: Melakukan upgrade visual dan efisiensi desain kemasan agar lebih menarik pasar luas.

 * Legalitas Usaha: Membantu fasilitasi pengurusan izin usaha dan izin edar resmi.


Sinergi antara kampus dan UMKM ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem ekonomi digital yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Barat. (Mamad)